IMCNews.id– Gerindra mencatat elektabilitas 23,1 persen dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang digelar pada 12–20 Oktober 2026. PDIP berada di angka 11,6 persen, sedangkan Golkar memperoleh 10,7 persen.
Data yang dipublikasikan melalui laman IPO pada Sabtu (24/10/2026) itu menggambarkan pilihan responden terhadap partai politik apabila pemilihan anggota DPR RI dilaksanakan saat survei berlangsung.
Selisih elektabilitas Gerindra dan PDIP mencapai 11,5 poin persentase. Adapun jarak antara PDIP dan Golkar tercatat 0,9 poin persentase.
Survei tersebut dilakukan untuk memotret elektabilitas partai politik di tengah dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
IPO melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Elektabilitas Partai Lain
Di luar tiga partai dengan angka elektabilitas terbesar dalam hasil survei tersebut, PKB mencatat 6,1 persen. Demokrat memperoleh 5,9 persen, disusul PAN dengan 5,8 persen.
PKS mencatat 4,6 persen dan NasDem 4,2 persen. Sementara itu, PSI memperoleh 2,9 persen dan PPP sebesar 1,6 persen.
Pada kelompok partai dengan angka di bawah satu persen, Partai Gerakan Rakyat tercatat 0,9 persen, Gelora 0,8 persen, dan Hanura 0,2 persen.
Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional, dan Partai Garuda masing-masing tercatat 0,0 persen berdasarkan angka yang disampaikan.
21,6 Persen Responden Tak Menjawab
Survei IPO juga mencatat 21,6 persen responden masuk kategori tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan.
Angka ini merupakan gabungan beberapa kategori sehingga tidak dapat langsung dimaknai sebagai jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan. Sebagian responden juga mungkin memilih tidak mengungkapkan preferensi politik mereka.
Data tersebut menjadi bagian penting dalam membaca hasil survei secara menyeluruh, terutama untuk memahami sebaran pilihan responden dan keterbatasan pengukuran pada periode tertentu.
Daftar Elektabilitas Partai Versi IPO
Berikut angka elektabilitas partai politik berdasarkan data survei IPO yang disampaikan:
- Gerindra: 23,1 persen
- PDIP: 11,6 persen
- Golkar: 10,7 persen
- PKB: 6,1 persen
- Demokrat: 5,9 persen
- PAN: 5,8 persen
- PKS: 4,6 persen
- NasDem: 4,2 persen
- PSI: 2,9 persen
- PPP: 1,6 persen
- Partai Gerakan Rakyat: 0,9 persen
- Gelora: 0,8 persen
- Hanura: 0,2 persen
- Perindo: 0,0 persen
- Partai Ummat: 0,0 persen
- Partai Buruh: 0,0 persen
- Partai Kebangkitan Nasional: 0,0 persen
- Partai Garuda: 0,0 persen
Sebanyak 21,6 persen responden lainnya tercatat tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan.
Hasil ini menggambarkan preferensi responden pada saat survei dilakukan. Angka elektabilitas tersebut bukan hasil pemilu dan tidak dapat diperlakukan sebagai kepastian mengenai pilihan pemilih pada pemilu mendatang.***
Survei IPO: Gerindra 23,1%, Selisih 11,5 Poin dari PDIP, Ini Peta Elektabilitas Parpol
Bertemu MUI, Kapolda Jambi Bahas Kamtibmas hingga Karhutla TNKS
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Airlangga Klaim Lampaui Negara G20
Harga Sawit Naik, Panen Anjlok 30 Persen: Kemarau Tekan Produksi Petani Jambi
Dua Bulan Kabut Asap, Kerugian Ekonomi Bisa Tembus Rp30 Triliun
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi
Tampak Akrab, Sinyal Duet Fasha-Anwar Sadat di Pilgub Jambi Kian Menguat