Perusahaan Perkebunan Didesak Ikut Aktif Atasi Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:07:01 WIB

IMCNews.ID, Sengeti - Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno mendesak perusahaan untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Apalagi, tercatat sudah ratusan hektar lahan di Muaro Jambi terbakar. Saat rapat koordinasi bersama satuan tugas penanganan karhutla Provinsi Jambi di Korem 042/Garuda Putih, ia meminta penanganan Karhutla tidak lagi dilakukan secara parsial dan reaktif.

"Dunia usaha khususnya perusahaan perkebunan, harus mengambil peran nyata dalam mencegah dan mengendalikan karhutla," tegasnya, Selasa (18/82026).

Dia mengaku pihaknya telah mendatangi sebanyak 25 perusahaan perkebunan untuk membangun koordinasi dalam menghadapi ancaman karhutla.

Dia mengakui bahwa wilayah Muaro Jambi punya tingkat kerawanan terhadap Karhutla yang cukup tinggi.

Makanya perlu pemetaan kemampuan masing-masing perusahaan, termasuk kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta dukungan lainnya.

Disamping itu, kelalaian manusia juga tak bisa dianggap enteng. Perilaku masyarakat dalam membuka lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu api harus menjadi perhatian serius.

Sampai saat ini sejumlah titik di wilayah Kabupaten Muaro Jambi masih terjadi kebakaran, antara lain Kecamatan Kumpeh, Mestong, Jambi Luar Kota, dan Sungai Gelam.

Kebakaran dilaporkan telah berlangsung sejak 5 Agustus 2026 dan belum sepenuhnya dapat dikendalikan.

"Koordinasi harus lebih cepat dan lebih tajam. Karhutla merupakan persoalan bersama. Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri menghadapi ancaman kebakaran yang berpotensi semakin besar apabila musim kemarau berlangsung lebih ekstrem," ujarnya.

Sementara Pelaksana Harian (Plh) Komandan Satgas (Dansatgas) Karhutla Provinsi Jambi, Brigjen TNI Nyamin memastikan pihaknya saat ini tengah melakukan pemantauan pertumbuhan awan yang bisa berpotensi mendatangkan hujan.

Jika nantinya ditemukan awan itu, pihaknya akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC), melalui penaburan bahan semai Natrium Klorida (NaCI), supaya hujan bisa turun di wilayah Jambi.

Ia menambahkan, hujan alami yang terjadi pada Senin (17/8) pagi membuat kondisi udara di Jambi sedikit membaik.

Bahkan, kata dia, mampu mengurangi luas lahan yang terbakar di kawasan Desa Persiapan Air Merah dan Londerang di Kabupaten Muaro Jambi.

"Kalau ada potensi awan, dan awan itu berpotensi untuk turun hujan akan dilaksanakan OMC," pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA