Gubernur Al Haris Tinjau dan Berikan Bantuan Korban Banjir Sarolangun dan Merangin

Minggu, 03 Mei 2026 - 10:25:56 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, turun langsung meninjau kondisi korban terdapak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sarolangun.

Gubernur menyerahkan bantuan secara simbolis Desa Lubuk Resam Ilir, Kecamatan Cerminan Gedang, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (02/05/2026).

Banjir bandang melanda Kabupaten Sarolangun, Jambi, sejak sepekan  mengakibat luapan Sungai Batang Asai karena curah hujan tinggi.

Sebanyak 26 desa di beberapa kecamatan terdampak, dan sebanyak  1.552 rumah  masyarakat yang terendam dengan ketinggian air mencapai 50 cm hingga lebih.

Banjir juga menyebabkan satu jembatan roboh. Gubernur Al Haris  meninjau lokasi banjir untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana dan menyerahkan bantuan darurat langsung kepada warga terdampak.

Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok (beras, makanan), perlengkapan sandang/selimut.

Fokus utama adalah memastikan keamanan warga dan distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

“Musibah seperti ini, itu Allah yang mengatur semuanya tapi juga faktor manusia juga, ada andilnya yang hutannya ditebang, sungainya sudah mendengkal dan sebagainya, ini juga masalah

kita semuanya, karena itu sekarang kita ambil langkah-langkah untuk memulihkan

kondisi yang ada di lapangan," ucapnya.

“Ini musibah yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Selain faktor alam, kita juga harus menyadari adanya dampak dari aktivitas manusia, seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” lanjutnya.

Gubernur mengingatkan serangan penyakit pasca banjir yang perlu diwaspadai. Dia meminta Bupati Sarolangun mendata semua rumah yang terdampak banjir dan jembatan yang roboh agar bisa ditangani segera.

“Saya minta Bupati segera buatkan surat ke Provinsi agar segera kita tangani bersama, apalagi ada jembatan yang putus, ini bagai mana anak-anak kita sekolah, mari bersama kita kerjakan,” katanya,

Pada kesempatan ini Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 200 paket sembako.

Di tempat yang sama Bupati Sarolangun Hurmin menyampaikan, ucapan terima kasih kepada gubernur Al Haris yang memberikan perhatian bagi masyarakat Sarolangun.

Hurmin menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mencari langkah penanganan yang komprehensif pasca bencana.

“Kami ingin memastikan kondisi masyarakat secara langsung, sekaligus merumuskan langkah terbaik ke depan agar penanganan banjir ini lebih efektif,” ujarnya.

Di waktu terpisah pada hari yang sama, Gubernur juga meninjau korban banjir di Merangin. Meluapnya sungai Batang Tembesi mengakibatkan banjir di kawasan Pamenang dan sekitarnya.

Dia melihat langsung kondisi korban yang terdampak dan juga memberikan bantuan. Dia juga mendengarkan keluh kesah serta kebutuhan masyarakat, di

Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pemenang selatan, Kabupaten Merangin.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap sabar dan berserah diri kepada Tuhan, serta menjadikan musibah sebagai momentum introspeksi diri.

“Musibah ini bisa jadi ujian, bisa juga peringatan bagi kita. Yang penting, kita tetap bersyukur, sabar, bersama kita jaga alam ini," ungkapnya

Gubernur Al Haris mengukapkan, dari laporan ada jembatan yang putus yang jadi m akses utama warga. Selain itu ada juga sejumlah rumah hanyut akibat derasnya arus banjir.

“Saya minta pemerintah kabupaten Merangin secepatnya menetapkan status tanggap darurat bencana. Dengan status tersebut, bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat dapat segera digelontorkan,” imbuhnya.

Dia mengatakan musibah itu selain akibat faktor alam, juga ada andil dari aktivitas ilegal yang dilakukan oknum masyarakat.

“Seperti kondisi sungai yang mulai rusak dan penebangan hutan,” katanya.

Sebagai solusi sementara, Gubernur Al Haris berjanji akan menyediakan perahu penyeberangan gratis bagi warga, khususnya anak-anak sekolah.

Bantuan perahu ini akan diberikan secara pribadi untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan.

“Anak-anak harus tetap sekolah. Sementara jembatan belum dibangun, kita siapkan perahu gratis untuk menyeberang,” ucap Gubernur.

Namun untuk jangka panjang, jembatan harus segera dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kuat dan memadai.

“Bahkan memungkinkan dilalui kendaraan roda empat agar lebih tahan terhadap banjir,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Merangin Khafid melaporkan bahwa banjir terjadi akibat hujan lebat yang berlangsung hampir dua hari pada 26 April 2026.

Bencana ini melanda beberapa kecamatan, termasuk Pamenang Selatan, khususnya di Pulau Bayur, sekitar 82 kepala keluarga terdampak, dengan tiga rumah hanyut tanpa sisa.

Putusnya jembatan gantung juga menghambat akses utama warga, terutama bagi anak-anak yang bersekolah di seberang desa. (*)



BERITA BERIKUTNYA