IMCNews.ID, Jakarta - Sorotan Soal tenda jemaah haji Indonesia di Mina, Arab Saudi direspon Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.
Banyak kritikan soal ruang yang tersedia untuk jemaah di tenda hanya 0,8 meter untuk satu orang.
Menurut Yaqut kondisi itu sebab wilayah Mina sangat terbatas. Dengan kuota 213.320 jemaah, maka ruang yang tersedia kurang dari 0,8 meter persegi per orang.
"Mina dari dulu seperti itu. Sejak kuota kembali normal pada 2017, isunya selalu soal kepadatan. Sehingga, menerima tambahan kuota selalu menjadi berkah sekaligus tantangan," ujar Yaqut dalam keterangan resmi yang dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (19/6/2024).
Menurut dia, dalam keterbatasan wilayah, ada tantangan kenyamanan, bahkan keselamatan jiwa.
"Ini yang perlu menjadi pertimbangan," tambahnya.
Namun dia menyebut bahwa secara keseluruhan proses puncak haji berjalan lancar. Yaqut mengatakan dinamika di Mina menjadi bagian yang akan dievaluasi oleh Kementerian Agama.
"Kita tetap akan upayakan kuota tambahan dalam jumlah yang terukur untuk tetap menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah," sebutnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji RI Muhaimin Iskandar menyebut kondisi tenda jemaah haji Indonesia di Mina sangat sempit dan tak sesuai kapasitas.
"Mengintip jamaah tidur berhimpitan kayak sarden dan di lorong sempit antartenda," kata Cak Imin dikutip dari akun media sosialnya.
Kondisi itu menyebabkan banyak jemaah yang tidak kebagian tempat tidur di dalam tenda.
"Satu orang cuma 0,8 meter, artinya 1 meter enggak nyampe, akhirnya tidur di lorong. Ini tidak boleh terulang," katanya.
Di sisi lain, Cak Imin juga mendapatkan informasi adanya tenda lain yang justru lebih luas. Menurutnya, hal ini tidak adil. Dia pun mengusulkan ke depannya agar tenda harus sama ukurannya.
"Lalu yang kedua, ada tenda yang berlebihan, leluasa. Ini enggak adil, cara pembagian yang salah. Ke depan, tiap tenda harus ukuran per orang per nama, kayak di hotel," imbuhnya. (*)
HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Momentum Tingkatkan Pelayanan Pada Masyarakat
Dana Hibah Untuk Partai Politik di Jambi Capai Miliaran, Nih Rinciannya
Alung Kurir 58 Kg Sabu yang Sempat Kabur Dari Polda Dilimpahkan ke JPU Kejari Jambi
Bukan Krisis 1998, Tantangan Ekonomi Indonesia 2026 Lebih Kompleks
Wagub Sani Harap Lulusan Stiteknas Ubah Potensi Daerah Jadi Nilai Tambah
Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang Sampai Terpilih Komisioner Baru
SKK Migas Tetapkan Standarisasi Pengukuran CO2 Pada Program CCS/CCUS, Begini Prosesnya