IMCNews.ID, Jambi - Proyek galian saluran sewerage system atau saluran pengolahan limbah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Jalan Brigjen Katamso RT 12 Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi disoal.
Seorang pria bernama Herman (66) nyaris tewas setelah jatuh ke dalam galian IPAL yang tengah dikerjakan tersebut.
Saat ini pria Lansia dengan status KK tunggal (sebatang kara keluarganya di luar kota) itu masih dirawat di RSUD Bhayangkara Kota Jambi.
Camat Jambi Timur, Vifairi mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mata di lapangan, saat kejadian korban berhenti dari motor, lalu melihat ke galian.
‘’Mungkin terpleset. Kalau dilihat umurnya memang sudah tua. Sudah diingatkan juga sama pekerja. Mungkin karena penasaran, bapak ini tak mengindahkan. Karena posisinya adzan magrib para pekerja istirahat, galian sudah ditutup dengan barrier," katanya.
Dia mengungkapkan, selain sudah ada korban, proyek yang dikerjakan PT Waskita Itu juga banyak dikeluhkan warga. Diantaranya adalah rumah -rumah warga yang mengalami keretakan, banjir, hingga sesak napas (ISPA) karena kondisi galian yang tidak ditutup.
"Tapi semuanya sudah ditangani oleh PT Waskita selaku pelaksana proyek. Mereka bertanggungjawab, termasuk membayar biaya pemgobatan warga yang terjatuh tadi," jelasnya.
Sementara itu, Humas PT Waskita Karya, Anas mengatakan kejadian itu diluar dugaan. Sebab, kejadian itu terjadi pas istirahat adzan magrib.
"Kami bertanggungjawab sepenuhnya. Bapaknya dirawat sampai sembuh," ujarnya.
Menurut Anas, pihaknya sudah menerapkan standar pekerjaan sesuai dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
"Pada sisi galian itu kami tutup. Ada barrier, sehingga pengendara tetap bisa lewat. Jam kerja juga kami sesuaikan, sehingga tak ganggu masyarakat," katanya.
Mengenai komplain yang dilayangkan pada Waskita selama pekerjaan berlangsung, perusahaan BUMN itu mengaku akan bertanggungjawab.
"Semua kami bertanggungjawab, kalau ada kerusakan kami perbaiki," katanya.
Sementara keluhan mengenai jalan yang tak kunjung di aspal, Anas mengatakan proses pengaspalan menunggu volume tercukupi.
"Kuota kita itu 100 ton. Jadi kalau volumenya belum mencukupi, akan mubazir. Kami usahakan segera diaspal," tegasnya.
Anas menjelaskan, jika sesuai jadwal proyek ini akan selesai pada Maret 2023. Saat ini progres pekerjaan baru 33, 34 persen. Pekerjaan saat ini baru sebatas membangun jaringan pipa induk.
"Total dana yang digelontorkan untuk pembangunan ini senilai Rp 256 miliar," katanya.
Terpisah, Petugas Faskel SLRT untuk urusan Dinas Sosial kelurahan Tanjung Pinang, Putra mengatakan korban masih di rawat inap di RS Bhayangkara ruang Bulian VI (lantai 3). Korban ini merupakan Lansia dengan status KK tunggal (sebatang kara keluarganya di luar kota).
"Pihak Waskita beritikad baik untuk mengakomodasi perawatan medis korban atas nama pak Herman dan mengakomodasi makan/minum korban selama perawatan," katanya.
Sementara luka yang dialami korban, tak seperti yang beredar di media sosial. Korban mengalami luka lecet di lengan, kaki dan kepala.
"Luka di kaki sudah ada sebelum kejadian kecelakaan. Karena korban ada riwayat penyakit diabetes basah," pungkasnya. (*/IMC01)