PAN Jambi Terbelah?

Selasa, 28 Juni 2022 - 10:13:56 WIB

Romi (kiri), H Bakri (tengah), Al Haris (kanan). (ist)
Romi (kiri), H Bakri (tengah), Al Haris (kanan). (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Internal Partai Amanat Nasional (PAN) Jambi saat ini dikabarkan sedang memanas. Saat partai lain tengah sibuk melakukan konsolidasi persiapan menghadapi Pileg dan Pilkada 2024, di internal partai berlambang matahari terbit malah dikabarkan terjadi ‘perang dingin’ antar kader potensial untuk maju di Pilgub 2024, yakni Al Haris dan Romi Hariyanto.  

Al Haris resmi bergabung ke PAN pada September 2020 lalu saat diusung maju di Pilgub Jambi. Kini Gubernur Jambi itu menjabat sebagai Majelis Pertimbangan Partai (MPP) DPW PAN Provinsi Jambi. 

Sementara Romi adalah kader sekaligus anak emas PAN. Bupati Tanjab Timur itu kini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Tanjabtim.

Hubungan kedua kepala daerah itu kini memanas. Setidaknya ini terlihat dari gerakan politik Romi. Dalam dua bulan terakhir, Romi gencar turun dan melakukan pertemuan dengan pengurus DPD PAN. 

Meski dikemas sedemikian rupa, kegiatan Romi tersebut disebut sebut untuk menggalang kekuatan maju di Pilgub Jambi 2024. 

Bahkan, sejumlah DPD terang-terangan mendorong dan menyatakan siap berjuang memenangkan Romi di suksesi Gubernur Jambi 2024.  Kabarnya, gerakan Romi yang didukung sejumlah pejabat DPW dan pengurus DPD sebagai upaya menggembosi Al Haris, yang kini menjabat sebagai Gubernur Jambi. 

Sumber yang dekat dengan pengurus PAN menyebutkan, selain Haris, gerakan Romi ini juga membuat Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H Bakri kebakaran jenggot. Selain tidak ada koordinasi, Romi juga dinilai bisa membuat internal PAN tidak kondusif dan terbelah. 

Sebagai ketua DPW, Bakri juga disebut tidak enak dengan Al Haris, kader PAN yang kini tengah menjabat sebagai Gubernur Jambi. 

Buruknya hubungan Haris dan Romi tersebut makin kentara ketika Al Haris selaku Gubernur Jambi meninjau Jalan Siau, Tanjab Timur, Sabtu (25/6/2022) lalu. 

Ketika itu, selaku bupati, Romi tak tampak mendampingi Haris. Biasanya atau seyogyanya, selama ini kunjungan gubernur selalu disambut oleh bupati/walikota. 

Padahal selama ini, Romi diketahui sangat dekat dengan Haris. Bahkan dia termasuk salah seorang kepala daerah yang mendorong Haris maju di Pilgub Jambi 2020 lalu. 

Romi yang disebut sebut mengkondisikan sejumlah kepala daerah lainnya, seperti Masnah (Bupati Muaro Jambi), Adi Rozal (bupati Kerinci) dan Mashuri (Bupati Bungo).  Romi juga terlihat sangat getol mendampingi Haris sosialisasi di wilayah kekuasaannya Tanjab Timur saat kampanye pilgub lalu.

Banyak yang menilai, ketidakhadiran Romi itu mempertegas hubungan keduanya dalam kondisi tidak baik baik saja. "

Ya.. bisa disebut internal PAN saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja. Terjadi perang dingin antar kader di internal. Cuma yang jelas terlihat adalah kontra Romi dan Haris. Gerakan Romi dalam dua bulan terakhir jelas menunjukkan perlawanan kepada Haris,’’ kata sumber yang minta namanya tidak ditulis ini. 

"Memang sekarang masih terlalu jauh kalau membicarakan Pilgub Jambi 2024. Tapi, gerakan Romi yang melakukan konsolidasi ke DPD DPD ini jelas membuat Al Haris tidak nyaman,’’ tambahnya. 

Sumber ini mengungkapkan, yang dia dengar pangkal sebab memburuknya hubungan Haris-Romi itu bermula dari penolakan Haris ‘merebut’ posisi Ketua DPW PAN yang dijabat H Bakri. 

Padahal banyak kader PAN yang berharap Haris mengambil pucuk pimpinan PAN Jambi. Apalagi, jauh sebelumnya Ketua DPP PAN, Zulkifli Hasan pernah menyatakan menyiapkan Al Haris, Gubernur Jambi terpilih sebagai Ketua DPW PAN Provinsi Jambi.

Pernyataan ini disampaikan Zulhas saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-DIY di Yogyakarta, Senin 14 Juni 2021.

Dalam sambutannya, Zulhas menyikapi munculnya partai Ummah yang dibesut oleh mantan pendiri PAN yaitu Amin Rais. Zulhas meminta kader PAN tak perlu ragu akan masa depannya ketika ada satu-dua tokoh yang pergi. 

“Tokoh baru yang datang (ke PAN) akan lebih banyak lagi,” kata Zulkifli.

Zulkifli mencontohkan di Banten, yang menjadi Ketua DPW PAN adalah Wali Kota Serang yang merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Di Sulawesi Barat, kata dia, juga ada tokoh PAN yang baru datang, yang sebelumnya menjabat bupati dua periode dari partai lain. 

“Di Provinsi Jambi pun insya Allah, gubernurnya menjadi Ketua DPW PAN Jambi,” kata Zulkifli saat itu.

"Memang sejarah PAN di Jambi kan selalu dipimpin oleh seorang Gubernur. Dari Zaman Almarhum pak Zulkifli Nurdin (ZN) dulu. Mungkin bagi kader, dipimpin seorang gubernur itu suatu kebanggan,’’ katanya. 

Namun, sumber ini melanjutkan, harapan sebagian besar kader itu bertepuk sebelah tangan. Al Haris menolak secara halus. Sebagai kader yang baru bergabung, Haris merasa sudah lebih dari cukup di posisi MPP. 

"Kabarnya inilah yang menyebabkan sebagian kader PAN kecewa, termasuk Romi. Selain itu muncul juga sinyalemen di kalangan kader, Haris setengah hati di PAN. Karena itu, Romi yang disokong sejumlah petinggi PAN bergerak melakukan konsolidasi,’’ jelasnya. 

Sebelumnya, Ketua DPD PAN Kota Jambi, Rusli Kamal Siregar juga menegaskan saat Rakerda PAN Kota Jambi jika Romi Hariyanto siap perang. Hal itu menandakan jika PAN Kota merapat ke mantan Ketua DPRD Tanjabtim dua periode tersebut.

Memang, Romi merupakan kader PAN yang paling potensial saat ini, Sepak terjang dan tuah Romi selama ini cukup moncer. Dia bisa menempatkan partainya sebagai penguasa di parlemen Tanjabtim. 

Bahkan saat Romi maju kembali menjadi bupati untuk kedua kalinya tidak menggunakan perahu PAN dan memilih maju sebagai calon independen.

Selain itu, Romi juga sempat mundur dari PAN dan akhirnya kembali memimpin partai besutan Zulkifli Hasan (Zulhas) di Tanjabtim. Itu seakan menandakan jika Romi sangat berpengaruh di partai. 

Romi yang disebut siap berperang sempat berbincang dengan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H. bakri di sela-sela Rakerda PAN Kota Jambi beberapa waktu lalu.

Pertemuan kedua tokoh PAN ini mencuri perhatian, termasuk di kalangan kader PAN. Sebab, selama ini hubungan kedua kader terbaik partai matahari terbit itu dikabarkan kurang mesra dan jarang terlihat bersama dalam beberapa kesempatan. 

Terkait pertemuan tersebut, mungkinkah membahas soal Pilgub?

Dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi H Bakri, membantah jika pertemuannya membahas Pilgub. Menurutnya, pertemuan dengan bupati Tanjabtim dua periode itu sama sekali tidak membahas soal Pilgub 2024. 

“Dak ado. kita hanya bicara konsolidasi internal partai. Yang kedua bicara tentang Pilpres, kita tidak ada bicara yang lain-lain,” ujar anggota DPR RI Dapil Jambi ini.

Bakri mengatakan, saat ini belum waktunya membicarakan Pilgub 2024. Partai, katanya, tengah mempersiapkan diri untuk verifikasi agar bisa lolos 2024. 

“Jangan main-main (verifikasi administrasi) juga penting,” tegasnya.

Dalam sambutan Rakerda, Bakri juga sempat menyinggung Romi yang saat ini namanya mulai heboh itu. Ditambah lagi, ketua PAN Kota Jambi, Rusli Kamal Siregar dalam pembukaan Rakerda menegaskan jika Romi siap berperang.

Rusli Kamal Siregar saat dikonfirmasi terkait penegasan tersebut mengatakan, saat ini dirinya melihat pergerakan Romi yang intensif dalam merebut hati masyarakat. 

"Artinya dengan pergerakan Romi yang kini sangat intensif itu menandakan jika Romi siap bertarung di 2024," katanya.

Lalu bagaimana dengan Al Haris? Anggota DPRD Provinsi Jambi ini mengatakan, soal mengusung itu tergantung hasil survei nantinya. 

"Jika survei Haris lebih tinggi ya Haris (diusung)," sebutnya. 

Menurutnya, semua kader punya hak menyampaikan aspirasinya. 

"Tapi persoalan diusung kita lihat nanti, kalau elektabilitasnya bagus. Partaikan melihat survei yang lebih tinggi," jelasnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Jambi (Unja), Dony Yusra Pebrianto menilai pembahasan Haris dan Romi serta Pilgub Jambi tentu sangat menarik. 

Menurutnya, PAN juga punya tren jitu dalam Pilgub Jambi, sejak diselenggarakannya Pilkada langsung. Dia menilai, dengan modal incumbent gubernur Provinsi Jambi, Haris tentu akan sangat berpeluang. 

Begitu juga dengan Romi dengan dua periode sebagai bupati Tanjabtim tentu juga punya basis massa yang mengakar. Bahkan dia sudah membuktikan maju melalui jalur independen sekalipun pada Pilkada lalu bisa menang.

"Namun kemana arah dukungan PAN pada Pilgub mendatang, tentu saat ini masih terlalu dini untuk menyampaikannya. Apalagi bicara 2024 akan ada Pilpres dan Pileg yang tentu akan sangat menentukan peta politik, kekuatan politik, dan bahkan gerbong koalisi," katanya. (*/IMC01)



BERITA BERIKUTNYA