IMCNews.ID, Kerinci - Pekerjaa jalan Renah Pemetik di Sungai Kuning, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, menjadi sorotan. Pelaksanaannya diduga dikerjakan asal jadi.
Proyek ini dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Jalan yang dikerjakan sebatas pengerasan serta drainase di samping jalan terlihat asal jadi saja.
Material batuan yang digunakan untuk proyek pengerasan jalan juga dinilai tidak sesuai spek. Alhasil, saat ini jalan yang dibangun dengan dana sekitat Rp 800 juta tersebut dinilai tidak berkualitas.
Salah seorang warga, Ozi mengaku kecewa saat ini jalan dilalui pihaknya beserta sejumlah masyarakat menuju lahan perkebunannya masih becek.
"Memang sudah ditimbun dikasih batu, di sampingnya ada selokan kecil. Tapi pas hujan tetap saja sulit untuk dilewati jalannya karena jalan becek," katanya.
Sementara itu, Kasi Perencanaan Penataruangan sekaligus PPTK DAU Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kerinci, Yalpani mengatakan, pengerasan jalan dialokasikan untuk jalan sepanjang 7 kilometer.
"Yang kita timbun dari titik 0 sampai 7 Kilometer sesuai titik STA atau titik yang rusak. Yang belum ditimbun tinggal sekitar 7 kilometer lagi," jelasnya. (IMC01)
Museum Sriwijaya Dharmakirti Rekam Jejak Peradaban Masa Lalu Provinsi Jambi
KONI Jambi Perkuat Program “Bapak Angkat” Bina Prestasi Atlet
Kepala Daerah Diingatkan Tak Pecat PPPK di Tengah Pemotongan TKD dan Kesulitan Gaji
Evaluasi SAKIP 2025, Gubernur Dorong Pemerintahan Akuntabel dan Berkualitas
Dinilai Tak Peduli, Anggota DPRD Provinsi Dapil Kerinci-Sungai Penuh Disoal