IMCNews.ID, Sungai Penuh - Pengelolaan dana BOS di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kota Sungai Penuh, menuai sorotan.
Informasi dari sumber yang enggan diungkap namanya menyebutkan, sudah dua tahun kepemimpinan Edi Suhaimi sebagai Kepsek, tak ada keterbukaan soal pengelolaan dana BOS.
"Dalam tahun 2021 ini belum ada rapat majelis guru untuk kegiatan bidang kesiswaan," ungkap sumber.
Ditambahkannya, kegiatan siswa yang diusulkan kepada Kepsek juga tidak didukung dari dana bos. Alasanya dana belum Keluar.
"Selama ini selalu menjadi juara mengikuti kegiatan O2SN di Jambi, tapi prestasi kita turun, karena karena tidak didukung anggaran. Bagaimana mau hasil yang maksimal kalau latihannya kurang," sebutnya.
"Sering siswa diajukan proposal untuk kegiatan pramuka untuk PTA tapi alasanya tidak ada dana. Kalau pun ada dibantu itu hanya dari dana Komite," bebernya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sungai Penuh, Edi Suhaimi, saat dikonfirmasi via ponselnya, Selasa (7/12/2021) membantah tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS.
Dirinya juga mengaku mengirimkan siswa dalam kegiatan debat bahasa indonesia dan bahasa inggris, untuk mewakili SMAN 1 Sungai Penuh.
"Tidak benar itu, yang paling banyak kegiatan ekstra akademik dan non akademik, di SMAN 1 Sungai Penuh yang paling banyak kegiatan dibanding dengan Sekolah SMA di Sungai Penuh, boleh dicek," katanya.
Bahkan, dia menuturkan baru selesai mengikuti rapat laporan dana BOS di Provinsi Jambi untuk laporan sampai November.
"Pelaporan menggunakan online langsung, kalau pelaporan merah akan turun BPK nantinya," sebutnya.
Malah dirinya menilai informasi yang dituduhkan kepada dirinya tersebut bermuatan politik.
"Biasa lah politik, kan baru sudah pergantian kepala Dinas," pungkasnya. (IMC01)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari