IMCNews.ID, Jambi - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk angkutan batu bara terus bertambah. Kejadian-kejadian itu, menjadi perhatian serius.
Gelombang unjuk rasa oleh kalangan mahasiswa di Jambi menuntut penindakan dan ketegasan penanganan angkutan batu bara ini terus berlangsung.
Teranyar, ratusan mahasiswa mendatangi gedung DPRD Provinsi Jambi. Mereka meminta sikap pemerintah karena kecelakaan merenggut nyawa rekan sejawat mereka sesama mahasiswa.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto berharap aksi unjuk rasa mahasiswa terkait angkutan batu bara tak lagi terjadi.
BACA JUGA : Pos Penyekatan di Dua Lokasi Tindak Angkutan Batu Bara
Menurutnya, Gubernur Jambi, Kapolda dan seluruh jajaran forkopimda memiliki political will untuk menyelesaikan permasalahan yang telah banyak memakan korban tersebut.
"Jambi mengalami masa transisi cukup lama, diisi oleh Plt gubernur, jadi kebijakan strategis belum bisa diambil, tapi tadi kita sudah dengar komitmen pak gubernur dan pak kapolda. Kami komit menyelesaikan masalah ini,” kata Edi.
Dia berjanji bersama gubernur, Kapolda, beberapa Bupati dan pemangku kepentingan terkait akan melakukan Rapat Koordinasi membahas penyelesaian masalah angkutan batubara ini pada Senin mendatang (15/11).
“Termasuk pos-pos penyekatan yang sudah dilakukan oleh pak Kapolda kami yakin akan berjalan efektif, dan armada yang melebihi tonase betul-betul akan diberi sanksi tegas pengusaha batubaranya. Saya kenal pak Kapolda, saya yakin akan komitmennya,” terangnya.
Sebelum berorasi di hadapan mahasiswa, Edi mengajak mahasiswa untuk mengirimkan alfatihah kepada almarhum Abdul Hadi dan almarhumah Khairunnisyah yang merupakan korban kecelakaan lalu lintas truk batubara dan CPO. (IMC01)
Ada Apa di TUKS-TUKS Talang Duku? 70 Persen Batu Bara Jambi ke PLN Diduga Lewat Sini
60, 3 Ribu Hektare Lahan Rusak Akibat PETI, Ivan Wirata: Alarm Darurat Bagi Jambi
Karhutla Kembali Terjadi di Kumpeh, Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
Karhutla di Sungai Gelam Kian Meluas, 170 Hektare Lahan Terbakar
FGD Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi, FKPT Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Karhutla di Jambi, Perhutanan Sosial dan Tata Kelola Hidrologi Gambut Berbasis KHG Harus Dievaluasi