IMCNews.ID, Baghdad - Serangan "drone" menghantam dekat pasukan AS yang ditempatkan di Bandara Internasional Erbil di Irak utara pada Sabtu (11/9), kata pejabat keamanan Kurdi Irak.
Dinas keamanan dalam negeri untuk wilayah otonomi Kurdi Irak, di mana Erbil adalah ibu kotanya, awalnya mengatakan tiga roket menghantam dekat bandara.
Pernyataan kedua oleh pasukan kontra-terorisme Kurdi mengatakan serangan itu dilakukan oleh "drone" bermuatan bahan peledak.
Tidak ada laporan segera tentang korban. Saksi mata mengatakan mereka mendengar setidaknya enam ledakan di daerah itu.
Bandara di Erbil, ibu kota wilayah otonomi Kurdi, telah diserang beberapa kali dalam setahun terakhir, termasuk oleh "drone" yang membawa bahan peledak.
Para pejabat AS menyalahkan serangan sebelumnya pada milisi Muslim Syiah yang bersekutu dengan Iran yang telah bersumpah untuk berperang sampai 2.500 personel militer AS yang tersisa meninggalkan negara itu.
Pasukan AS memimpin koalisi militer internasional yang mandatnya adalah membantu pasukan Irak memerangi sisa-sisa kelompok ISIS ekstremis Sunni. Koalisi tidak segera mengomentari insiden Sabtu. (IMC02/Ant)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN
Perusahaan China Donasikan Alat Penanggulangan COVID-19 ke Indonesia