IMCNews.ID, Jambi - Pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Jambi menuai sorotan. Sorotan ini disampaikan Ombudsman RI Perwakilan Jambi terkait adanya loket pelayanan Dinas Dukcapil yang ditutup karena petugasnya melakukan perayaan ulang tahun belum lama ini.
"Kami tentu sangat prihatin, di masa pandemi ini seharusnya pelayanan publik menjadi contoh terkait prokes bagi masyarakat bukan menciptakan kerumunan," kata Plt Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jambi, Indra.
Dia menegaskan, pegawai yang menggunakan jam kerja untuk kegiatan yang tidak semestinya adalah termasuk tindakan maladministrasi. Harusnya, sebagai pelayanan publik, pegawai bekerja prima.
"Kegiatan seperti itu kan bisa dilakukan pada saat jam istirahat atau setelah pulang kerja," katanya.
BACA JUGA : Lapak Liar di Simpang Rimbo Rata dengan Tanah
Indra meminta pihak Dinas Dukcapil Kota Jambi untuk memperingatkan oknum pegawainya agar tidak mengulangi tindakan tersebut. Dia juga mendorong masyarakat untuk berani melapor dugaan maladministrasi ke Ombudsman RI Perwakilan Jambi.
"Pintu kami terbuka lebar bagi masyarakat yang ingin melapor dugaan maladministrasi, silahkan datang langsung ke kantor kami atau melalui wa pengaduan," imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipin Kota Jambi, Nirwan menanggapi sorotan dari Ombudsman RI perwakilan Jambi. Hal itu sebut Nirwan tentu akan menjadi pedoman pihaknya untuk perbaikan layanan Dinas Dukcapil ke depan.
Menurut Nirwan, peristiwa sebenarnya yang terjadi, bukan penutupan loket layanan, namun memang antrean layanan sudah habis dan tinggal dilakukan proses.
Dijelaskan Nirwan, di lokasi sebenarnya ada dua pelayanan yang berdekatan, yakni pelayan KK ada sebanyak 7 loket dan layanan akte 5 loket.
"Yang banyak antrean saat itu adalah layanan KK. Layanan Akte hanya sedkit," katanya.
Nirwan menjelasnya, kejadian yang disorot tersebut sekitar pukul 11.30 Wib. Saat itu antrean di loket Akte sudah selesai dan tinggal dilakukan proses.
"Sudah mendekati jam istirahat dan antrean sudah habis. Jadi ada teman petugas layanan yang mau memberi surprise ulang tahun, mereka cuma memberi kue. Hanya 1 menit. Tidak menutup loket," tuturnya.
"Memang masih terlihat ramai anteran, tapi itu untuk pelayakan KK yang masih berlangsung," pungkasnya. (*)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari