Mencuat Isu Penyadapan Pejabat Negara, Pengamat Desak Kapolri Ungkap Identitas Jenderal

Selasa, 03 November 2026 - 18:33:54 WIB

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir

IMCNews.id— Dugaan penyadapan percakapan pejabat negara menyeret nama seorang jenderal polisi berpangkat bintang empat. Di tengah kabar pemeriksaan internal di tubuh Polri, pengamat kepolisian mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Desakan itu disampaikan pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, Selasa, 3 November 2026. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa dibiarkan berkembang tanpa kejelasan karena menyangkut kerahasiaan negara dan sistem keamanan nasional.

Pengamat Desak Kapolri Ungkap Identitas Jenderal

Bambang meminta Polri menjelaskan secara transparan siapa pejabat yang diduga melakukan penyadapan, siapa pihak yang menjadi sasaran, kapan tindakan tersebut berlangsung, serta apa motif di baliknya.

“Kapolri harus segera menjelaskan kepada publik agar isu yang berkembang tidak semakin liar yang malah kontraproduktif dengan program Kapolri sendiri,” kata Bambang.

Ia menegaskan, dugaan penyadapan terhadap pejabat negara tidak semestinya dipandang sebatas persoalan personal. Jika benar terjadi, perkara tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh karena berpotensi berkaitan dengan aspek keamanan dan kerahasiaan negara.

Bambang juga mendorong evaluasi terhadap sistem pengamanan dan mekanisme pengawasan internal Polri guna mencegah terulangnya persoalan serupa.

Sejumlah Perwira Dikabarkan Diperiksa Propam

Desakan tersebut mencuat bersamaan dengan beredarnya informasi mengenai pemeriksaan sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Dalam informasi yang beredar, seorang perwira berpangkat jenderal bintang empat berinisial L disebut sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan sebelum kemudian dilepaskan.

Meski demikian, identitas maupun dugaan keterlibatan perwira tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh Polri.

Pemeriksaan sejumlah perwira itu juga dikaitkan dengan dugaan pengerahan massa dalam aksi di Yogyakarta. Namun, hingga kini belum terdapat penjelasan resmi mengenai keterkaitan antara perkara tersebut dan dugaan penyadapan terhadap pejabat negara.

Kadiv Humas Polri Belum Beri Penjelasan Terperinci

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir turut dimintai keterangan mengenai informasi tersebut di Mabes Polri.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar pemeriksaan dan dugaan penyadapan, Johnny menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi pengamanan dilakukan setelah pelaksanaan tugas pengamanan selesai.

Hingga Selasa, 3 November 2026, Polri belum memberikan keterangan resmi yang memastikan identitas jenderal bintang empat berinisial L maupun dugaan keterlibatannya dalam perkara penyadapan.

Keterbukaan informasi dari Polri kini menjadi penting untuk menjernihkan persoalan, memastikan duduk perkara, sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi di tengah masyarakat.(*)

 

---



BERITA BERIKUTNYA