IMCNews.id – Pendekatan persuasif Polres Merangin terhadap komunitas Suku Anak Dalam (SAD) membuahkan hasil.
Sebanyak 20 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek diserahkan secara sukarela oleh Kelompok Temenggung Jhon di Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Minggu (1/11/2026).
Penyerahan tersebut berlangsung saat Polres Merangin menggelar Patroli Skala Besar dengan melibatkan sekitar 100 personel.
Selain memastikan situasi keamanan tetap kondusif, patroli ini juga menyasar permukiman SAD untuk membangun komunikasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kepemilikan senjata api rakitan tanpa hak.
Kegiatan dipimpin Kabag Ops Polres Merangin AKP Edi Bernawan, S.H., S.Sos. Personel diterjunkan langsung ke kawasan permukiman untuk menyampaikan imbauan sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban.
Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Effendi, S.I.K., M.H., mengapresiasi kesediaan Kelompok Temenggung Jhon menyerahkan 20 pucuk kecepek secara sukarela.
Menurutnya, penyerahan tersebut bukan sekadar upaya mengurangi penguasaan senjata api rakitan, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
"Kami mengapresiasi langkah dan kesadaran warga SAD Kelompok Temenggung Jhon yang telah secara sukarela menyerahkan 20 pucuk senjata api rakitan jenis kecepek. Ini merupakan bentuk kepercayaan dan kerja sama yang baik antara masyarakat dengan Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," ujar Kapolres.
Ia menegaskan, Polres Merangin akan terus mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menjaga stabilitas keamanan. Komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah potensi konflik dan penyalahgunaan senjata.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya warga SAD, agar tidak menyimpan, membawa, maupun menggunakan senjata api rakitan tanpa hak karena dapat mengancam keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
"Kami mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif melalui komunikasi serta imbauan secara langsung. Kami berharap kesadaran seperti ini terus tumbuh sehingga masyarakat bersama Polri dapat menjaga keamanan dan ketertiban tanpa harus menggunakan senjata yang berpotensi menimbulkan konflik maupun korban jiwa," tambahnya.
Polres Merangin berharap langkah Kelompok Temenggung Jhon menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya untuk turut berperan dalam menjaga keamanan lingkungan.
Melalui patroli skala besar dan pendekatan langsung ke permukiman SAD, kepolisian berkomitmen memperkuat langkah pencegahan sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.(*)
Delapan Penyerang Polres Merangin Ditangkap, Sejumlah Senjata Api Rakitan Disita
Kapolda Jambi Perintahkan Tangkap Kelompok Bersenjata Penyerbu Polres Merangin
Perkumpulan Hijau Desak Polda Jambi Usut Insiden di Polres Merangin dan Bongkar Jaringan PETI
Polisi Tindak PETI di Merangin, Sejumlah Orang Bawa Kecepek Datangi Mapolres
Polisi Sita 39 Kilo Ganja dan Senpi Buatan Rusia Dari Tiga Bandar
Kebakaran di Areal PT Samhutani, Jebus dan REKI Disorot: Polda Jambi Tangani 19 Kasus Karhutla