IMCNews.ID, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi akan mengubah status kesiapsiagaan menjadi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam pekan ini.
Peningkatan status ini dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat saat ini telah menghadapi musim kemarau.
"Statusnya akan naik dalam minggu ini, jadi diminta kepada semua pihak agar bersama-sama, dengan persatuan kita, mudah-mudahan karhutla bisa kita atasi dan bisa kita minimalisasi dengan baik," kata Gubernur Jambi Al Haris.
Ia mengatakan meski wilayah Provinsi Jambi masuk musim kemarau, potensi hujan masih terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan kemarau tahun ini masuk kategori kemarau basah, artinya panas, namun ada hujan.
Nantinya setelah status dinaikkan menjadi siaga darurat, pihaknya akan segera melakukan apel gabungan persiapan mengecek kesiapan personel dan peralatan untuk mendukung kegiatan, termasuk mendirikan posko lapangan.
Menurut dia, kini sudah ada tiga kabupaten yang mengusulkan peningkatan status siaga darurat. Hal itu sudah cukup sebagai syarat tersebut untuk menaikkan status sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah.
"Muaro Jambi, Tanjabbar dan Sarolangun mengusulkan perubahan status, artinya syarat sudah mencukupi (minimal tiga kabupaten) pekan ini kita ubah statusnya," ujarnya. (*)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari
Dua Terdakwa Korupsi DAK Rudi Wage dan Wawan Divonis Lebih Berat Dari Tuntutan Jaksa
Silaturahmi dengan Kabinda Jambi, Dr Abd Rahman Perkenalkan Program FKPT