IMCNews.ID, Jambi - Banjir Kota Jambi disebut disebabkan berkurangnya daerah resapan air dan penyempitan alur anak sungai. Hal ini disampaikan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jambi.
"Wilayah tangkapan air makin berkurang dan tata ruang yang kurang sesuai. Daerah yang seharusnya menjadi resapan malah didirikan bangunan," kata Direktur Walhi Jambi, Abdullah.
Pembangunan perumahan ikut menjadi pemicu dalam persoalan ini. Selain itu aliran sungai di wilayah hulu Kota Jambi akhir-akhir ini sudah banyak dijadikan perumahan.
Oleh sebab itu, saat hujan tiba dengan intensitas tinggi air tidak tertampung lagi. Pasalnya anak sungai dan rawa-rawa yang seharusnya menjadi resapan dan tangkapan air tidak berfungsi secara optimal.
Dia mengaku Walhi pernah membuat analisis terkait penyebab banjir di Kota Jambi. Selain permasalahan itu, banjir di kota disebabkan juga oleh ukuran drainase (sistem pembuangan air) yang semakin hari semakin mengecil akibat timbunan sampah dan lumpur yang masuk ke dalamnya.
Abdullah turut menyinggung jalan ambles yang terjadi di Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu. Dia menilai permasalahan di hulu menjadi faktor utama.
Tangkapan air di daerah hulu sudah banyak berkurang, akibat kegiatan tambang dan pembukaan lahan perkebunan.
Sehingga saat hujan datang, air mengalir deras menghantam badan jalan yang menyebabkan ambles hingga memutus jalan utama.
"Faktor yang paling mempengaruhi terhadap terjadinya bencana itu akibat aktifitas manusianya sendiri," tandasnya. (*)
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari
Dua Terdakwa Korupsi DAK Rudi Wage dan Wawan Divonis Lebih Berat Dari Tuntutan Jaksa
Korupsi Kredit BNI, Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Divonis 6 Tahun Penjara
Insentif Tarif Listrik Dorong Deflasi Bulanan Provinsi Jambi