IMCNews.ID, Jambi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi merespon dugaan pungutan liar (Pungli) dalam seleksi penerimaan badan adhoc baik Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Serentak Tahun 2024.
Kabar pungli ini terjadi di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. Komisioner KPU Provinsi Jambi, Edison menyatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim penelusuran untuk mencari tahu persoalan tersebut.
"Kami akan mengumpulkan data permasalahan, alat bukti maupun saksi atau bisa melakukan pengaduan melalui nomor telepon/whatsapp kontak/hotline pengaduan yakni 08117421880 atau 082376206671," imbuhnya.
Selain itu, dia juga menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui dan memiliki bukti terkait dugaan pelanggaran maupun dugaan politik uang dalam proses seleksi PPK dan PPS untuk melaporkan kepada KPU Provinsi Jambi melalui tim yang turun ke wilayah Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin.
"Atau dapat menghubungi nomor kontak/whatsapp di atas atau datang langsung ke Kantor KPU Provinsi Jambi di Jalan A Thalib Nomor 33, Kelurahan Pematang Sulutr, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi," katanya.
Laporan, sambung dia, wajib dengan menyertakan minimal 2 alat bukti yang valid. Dia menegaskan bahwa KPU Provinsi Jambi akan merahasiakan dan melindungi identitas para pelapor.
"Laporan yang menyertakan minimal 2 alat bukti yang valid akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegasnya. (*)
Lantik Wakajati, Asisten Pemulihan Aset, Kajari Jambi dan Tebo, Kajati Ingatkan Soal Integritas
Pertamax Didiskon Rp450 Per Liter Tapi Harus Lewat MyPertamina, Terakhir Berlaku Hari Ini
Pemprov Jambi Kembali Gulirkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan, Begini Ketentuannya
Bank Indonesia Luncurkan Kartu Kredit Indonesia Sebagai Alternatif Pembayaran Domestik
Pimpin Upacara HUT RI, Gubernur Al Haris Tegaskan Semangat Proklamasi
Perahu Karam Saat Memancing, Tiga Pemuda di Tebo Tewas Tenggelam
Dalam Tujuh Hari, Tim Gabungan Berhasil Tutup Ratusan Sumur dan Puluhan Camp Ilegal