IMCNews.ID, Jambi - Pembangunan ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Jambi, khususnya Tol Bayung Lencir - Tempino (Baleno) menghadapi kendala karena cuaca ekstrem.
Akibatnya, progres penyelesaian Semester II tahun 2024 belum tercapai sebagaimana mestinya. Pembangunan ruas tol ini pada Januari mencapai 48,79 persen. Tapi pada awal Februari 2024, progresnya baru mencapai 52,8 persen.
"Harusnya pada awal Februari mencapai 54 persen, namun adanya kendala cuaca ekstrem membuat pengerjaan tol ini mengalami minus hingga 1,4 persen," ungkap PPK Pembangunan Jalan Tol Baleno Seksi 3, Arief Budiarto.
Pembangunan jalan Tol Baleno Seksi 3, yang memiliki panjang 15,47 km, telah melibatkan penancapan 4.000 tiang pancang.
Masih ada sebanyak 2.000 tiang pancang yang dibangun sesuai target 6.000 tiang. Menurutnya, cuaca ekstrem menyebabkan distribusi material split dari Pulau Jawa terhambat.
Arief menjelaskan bahwa kapal pengangkut material tidak dapat bersandar akibat cuaca buruk, sehingga terjadi gangguan dalam distribusi material split dari Bojonegoro Cilegon.
Meskip demikian, pihak pengembang tol tidak menyerah. Mereka telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kendala tersebut, termasuk menggunakan tiga tugboat sekaligus agar kapal pengangkut dapat bersandar di pelabuhan.
Arief optimis pembangunan ruas Tol Bayung Lencir - Tempino akan selesai pada pertengahan tahun ini. Namun, penggunaan tol masih menunggu uji laik fungsi dari tim pusat.
"Jika ada temuan terkait keselamatan, kita akan tindak lanjuti sebelum melakukan peresmian dan penggunaan tol," tutupnya. (*)
Alung Kurir 58 Kg Sabu yang Sempat Kabur Dari Polda Dilimpahkan ke JPU Kejari Jambi
Bukan Krisis 1998, Tantangan Ekonomi Indonesia 2026 Lebih Kompleks
Wagub Sani Harap Lulusan Stiteknas Ubah Potensi Daerah Jadi Nilai Tambah
Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang Sampai Terpilih Komisioner Baru
Ketua DPRD dan Wali Kota Jambi Ajukan Permohonan Cabut Blokir Zona Merah Pertamina
Komisi III DPRD Kota Jambi Bahas Polemik Sampah, Penutupan TPS dan Iuran Pengangkutan Disorot
Ombudsman Minta Pj Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh Tunda Pengusulan NIP PPPK yang Lulus