Mahfud Ungkap Alasan Mundur dari Jabatan Menko Polhukam

Jumat, 02 Februari 2024 - 09:21:38 WIB

IMCNews.ID, Jakarta - Alasan Mahfud MD mundur dari jabatannya sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam) terungkap.

Menurut dia, alasan utama dia memutuskan mundur adalah tidak ingin berseberangan dengan Presiden Joko Widodo. Apalagi saat ini maju sebagai Calon Wakil Presiden nokor urut 3 mendampingi Ganjar Pranowo.

Kata Mahfud, tak sepantasnya seorang menteri yang menjadi bagian dari pemerintahan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin punya sikap yang berbeda dengan pucuk pimpinan tertingginya.

“Memang kami bicarakan, saya harus mundur, itu titik. Kenapa? Tidak mungkin saya against (menentang) kebijakan atau against calon yang didukung Pak Jokowi, lalu saya masih terus (menjabat, red) kan ndak bagus,” kata Mahfud kepada wartawan, Kamis (1/2/2024).

Niatnya untuk mundur menurut dia sudah asa sejak beberapa bulan lalu pasca dideklarasikan sebagai Cawapres. Namun dia mengaku menunggu momen yang tepat.

“Waktu itu, kesimpulannya nunggu dulu pada waktu momentumnya, kapan momentumnya, yang tepat itu sesudah pemungutan suara karena sesudah itu pemerintahan kan berlangsung, dan saya merasa ndak layak kalau masih di situ (pemerintahan). (Tapi) kalau sesudah pemungutan suara itu kan masih lama. Jadi, ini soal pilihan,” kata Mahfud.

Pada Kamis sore Mahfud telah bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan dan menyerahkan secara langsung surat pengunduran dirinya sebagai Menko Polhukam. 

“Saya sudah menyatakan, saya memilih berhenti sekarang. Ini momentum yang harus saya ambil sekarang,” ungkapnya.

Soal apa kata orang, dia mengaku tak ambil pusing. Sebab dia menilai pandangan setiap orang pasti berbeda dan itu hal biasa dalam politik.

“Kepala kita itu 270 juta kepala. Boleh berpendapat beda-beda,” ujarnya.

Dalam pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Mahfud menyampaikan dua pihak saling mengucapkan terima kasih dan maaf. Jokowi, kata Mahfud, juga mengatakan Mahfud Md merupakan menteri terlama yang menjabat menko polhukam selama dia menjabat sebagai presiden dua periode.

Mahfud menjabat sebagai menko polhukam pada Oktober 2019 yaitu saat periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Namun, Mahfud pada akhirnya mengundurkan diri. 

Dalam surat pengunduran dirinya, dia menyampaikan alasan utamanya mundur karena keikutsertaan dia sebagai calon wakil presiden di Pemilu 2024.

Mahfud Md saat ini resmi menjadi cawapres pendamping Ganjar Pranowo, yang keduanya terdaftar sebagai pasangan calon nomor urut 3.

"Oleh karena saya ikut konstelasi politik, maka saya mohon berhenti," kata Mahfud dalam suratnya ke Presiden Jokowi.

Sejauh ini, Mahfud masih menjabat sebagai menko polhukam. Dia resmi tidak lagi menjabat setelah Presiden Jokowi menerbitkan keputusan presiden terkait pemberhentian Mahfud Md sebagai Menko Polhukam RI. (*)



BERITA BERIKUTNYA