Gubernur Minta Polisi Usut Provokator yang Sebabkan Demo Sopir Truk Batu Bara Berujung Ricuh

Selasa, 23 Januari 2024 - 09:49:34 WIB

Kaca kantor Gubernur Jambi tampak pecah akibat lemparan batu.
Kaca kantor Gubernur Jambi tampak pecah akibat lemparan batu.

IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Al Haris meminta aparat kepolisian mengusut kasus pengrusakan kantor GubernurJambi dalam aksi sopir truk batu bara berujung ricuh, Senin (22/1/2024) kemarin.

Dia meminta polisi mencari tahu provokator hingga para sopir berbuat anarkis melempari kaca kantor gubernur hingga pecah berantakan.

Seperti diberitakan, Pemprov Jambi sudah melaporkan kasus pengrusakan tersebut ke Polda Jambi, Senin sore kemarin. Al Haris tidak mentoleril aksi anarkis tersebut.

"Saya minta pihak kepolisian mengambil langkah-langkah hukum. Banyak kaca-kaca kantor yang hancur,” tegasnya.

Soal tuntutan pendemo, Al Haris menegaskan pemerintah terus mencari solusi masalah angkutan batu bara. Ini menjadi perhatian serius pemerintah.

Sementara ini, larangan angkutan batu bara lewat jalan nasional adalah keputusan terbaik demi kepentingan masyarakat banyak. Hauling batu bara dialihkan lewat jalur sungai. Al Haris menegaskan pemerintah tidak anti kritik.

"Silahkanlah demo. Kita juga terus cari solusi terbaik. Tapi jangan anarkis. Kita minta masyarakat sabar, jangan mudah terprovokasi," katanya.

“Setiap hari pemerintah berfikir keras untuk semua karena itu rakyat kita, warga kita. Hanya saja masyarakat tidak sabar, lalu ada provokasinya. Itu ada yang sengaja provokasinya, nah itu yang tidak benar,” pungkas Al Haris.

Seperti diberitakan, aksi demo para sopir angkutan batu bara di Kantor Gubernur Jambi, Senin (22/1/2024) berakhir ricuh. Massa mengamuk, mereka melempari kantor gubernur dengan batu. 

Sejumlah fasilitas kantor Gubernur Jambi mengalami kerusakan. Diantaranya, puluhan kaca Kantor Gubernur pecah akibat lemparan batu.

Lalu sejumlah lampu penerangan sengaja dipecahkan pendemo, taman-taman rusak dan ada juga hydrant alat pemadam kebakaran yang dirusak.

Tidak hanya melakukan pengrusakan, para pendemo juga mengepung dan memblokir akses keluar masuk kantor Gubernur. Pendemo melintangkan mobil truk batu bara tetap di pintu masuk dan pintu keluar kantor.

Aksi blokade yang dilakukan sopir angkutan batu bara ini juga terjadi di sepanjang jalan perkantoran Gubernur. Pendemo juga memblokir Simpang BI Telanaipura menggunakan belasan truk batu bara. Akibatnya, jalanan menjadi lumpuh yang memicu terjadi kemacetan dimana-mana dalam Kota Jambi. (*)



BERITA BERIKUTNYA