Selama Tahapan Pemilu, Rp100 Triliun Uang Beredar di Masyarakat

Kamis, 28 Desember 2023 - 14:08:16 WIB

IMCNews.ID, Jakarta - Perputaran uang di tengah masyarakat jelang pemilu 2024 naik signifikan. Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah uang beredar akan meningkat sekitar Rp 100 triliun.

Peningkatan signifikan perputaran uang itu didorong oleh lonjakan aktivitas konsumsi pada sektor-sektor kunci seperti belanja makanan, transportasi, akomodasi hotel, dan logistik.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, belanja pemerintah untuk pemilu 2024 diperkirakan mencapai Rp 50-60 triliun.

Hal itu menjadin menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan peredaran uang di tengah masyarakat. Dia menjelaskan bahwa peningkatan tajam diharapkan terutama pada bulan Januari dan Februari, seiring dengan meningkatnya belanja kampanye calon legislatif (caleg).

Kehadiran masyarakat urban yang pulang kampung juga diantisipasi akan meningkatkan perputaran uang dalam sektor transportasi. Sementara konsumsi di daerah juga akan turut meningkat.

Masyarakat di perkotaan yang terdaftar sebagai pemilih di kampung halaman mereka diyakini akan memanfaatkan momen libur pemilu untuk berwisata, memberikan dorongan tambahan pada sektor pariwisata.

Di samping itu, Bank Indonesia (BI) melaporkan tren positif dalam peredaran uang, dengan peredaran uang dalam arti luas (M2) mencapai Rp 8.573,6 triliun atau tumbuh 3,3 persen.

Faktor-faktor seperti penyaluran kredit yang tumbuh 9,7 persen year-on-year (YoY) pada November 2023 juga turut mendukung pertumbuhan ini.

Pertumbuhan peredaran uang dalam arti sempit (M1) sebesar 2 persen YoY, yang mencakup uang kartal, uang giral, uang elektronik, dan tabungan yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Uang kuasi, yang melibatkan simpanan berjangka dan tabungan lainnya, tumbuh sebesar 4,9 persen YoY. Data pertumbuhan uang per bulan juga mencerminkan tren positif hingga November 2023.

Dengan proyeksi peningkatan konsumsi dan perputaran uang yang diharapkan, terlihat optimisme terhadap outlook ekonomi tahun depan yang lebih positif. (*)



BERITA BERIKUTNYA