IMCNews.ID, Jambi - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi mencatat sebanyak 167 kasus kebakaran hingga awal Desember 2023.
Angka itu bisa saja lebih banyak karena ini hanya kasus yang terdata ditangani Damkartan. Mustari Affandy, Kepala Dinas Damkartan menyebut, kebakaran yang terjadi beragam. Ada kebakaran lahan, rumah, ruko, tempat usaha, dan lainnya.
Kejadian ini mayoritas terjadi selama musim kemarau, mencapai puncaknya pada bulan Oktober. Dia merincikan sebanyak 154 kasus terjadi dari Januari hingga Oktober 2023. Sementara 11 kasus terjadi pada bulan November, dan 2 kasus pada awal Desember 2023.
"Beberapa dari kejadian tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, dengan insiden naas terjadi di Pasir Putih, Jambi Selatan, pada bulan Oktober," ungkapnya.
Dalam upaya meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat, Dinas Damkar telah melakukan berbagai sosialisasi dan inovasi.
Salah satunya adalah melalui kehadiran Sistem Informasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Daerah Kota Jambi (SIMERAH KOJA), yang diluncurkan pada Agustus 2023 oleh Wali Kota Jambi.
Dalam menangani kebakaran, kendala yang kerap dihadapi, seperti kondisi jalanan, lorong sempit, dan kurangnya kesadaran masyarakat.
"Penting meningkatkan kewaspadaan, bahwa banyak kebakaran dapat dicegah dengan melakukan pemeriksaan jaringan listrik secara berkala, menggunakan colokan yang aman, dan tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala saat meninggalkan rumah," imbuhnya. (*)
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari
Dua Terdakwa Korupsi DAK Rudi Wage dan Wawan Divonis Lebih Berat Dari Tuntutan Jaksa
Korupsi Kredit BNI, Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Divonis 6 Tahun Penjara
Al Haris Bahas Pembangunan Jalur Kereta Api Batu Bara Bungo–Kemingkig dengan Kemenhub
Polisi Diminta Bertindak, Praktik Curang Langsir Solar Subsidi Diduga Jadi Penyebab Kuota Habis