IMCNews.ID, Jambi - Romi Hariyanto telah memutuskan akan ikut ambil bagian sebagai bakal calon Gubernur Jambi dalam Pemilihan Gubernur 2024 mendatang.
Bukan tanpa alasan. Romi yang juga Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Tanjung Jabung Timur telah dua periode memimpin Kabupaten yang berada di Timur Provinsi Jambi itu.
Nama Romi sudah dikenal dalam dunia politik Jambi. Sebelum menjabat Bupati dua periode, Romi telah tiga periode menjadi Ketua DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Semua capaian itu tak terlepas dari pengalaman politiknya. Selain itu kesehariannya yang juga bersahaja.
Lantas, bagaimana cara Romi menjalankan tugasnya dalam keseharian sebagai Kepala daerah. Pertama, Romi selalu menggunakan alat komunikasi seperti halky talky (HT) untuk melakukan komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Cara ini dibilang strategis karena bisa berkomunikasi dan bekerja meski tidak berada di kantor.
Kedua, Romi Hariyanto selalu melakukan cek ASN dengan mengabsen saat melakukan sholat jumat di mesjid kawasan pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Selanjutnya yang ketiga, Romi selalu berpenampilan dengan ciri khasnya, yakni kemeja kotak-kotak. Ini menjadi khas Romi sehingga sangat mudah dikenali dan dekat dengan masyarakat.
Romi Hariyanto adalah sosok yang bersahabat dan mudah bergaul. Dengan siapa saja dia mau berkomunikasi dan tak segan untuk tertawa bersama.
Terakhir, Romi juga terbuka untuk siapa saja. Ini terkihat dari rumah dinasnya yang tak pernah terlihat dijaga ketat oleh penjaga.
Jika berkunjung ke rumah dinas Bupati Tanjung Jabung Timur tidak terlihat portal yang tertutup. Siapa saja tamu bisa masuk ke halaman rumah dinas Bupati Tanjung Jabung Timur. Oleh karena itulah Romi Hariyanto sering disebut sebagai bupati yang inklusif alias terbuka.
Pengamat politik Jambi, Dori Effendi mengatakan sudah selayaknya pemimpin tak membuat jarak dengan masyarakat. Pemimpin harus bisa berbaur.
"Pemimpin dan masyarakat tak boleh ada dekat, sehingga masyarakat bisa mengadukan apapun pada masyarakat tanpa ada rasa takut pada pemimpin," ujar Dori.
Meski kata Dori dalam beberapa kesempatan ada birokrasi namun pemerintah harus bersifat merakyat. Dengan begitu dia sedang menghargai dirinya yang sudah dipilih oleh rakyat.
Dosen Fisipol Unja itu mengatakan, ada dua hal karakter yang harus dimiliki seorang pemimpin.
Pertama leader given yang artinya adalah pemberian dan leader people yakni pemimpin dari masyarakat.
"Romi adalah tipe pemimpin yang kedua lahir dari masyarakat dan mengayomi masyarakat untuk rakyatnya," katanya
Maka tak bisa dihindari Romi adalah pemimpin yang merakyat karena karakternya yang dekat dengan rakyat nyaris tak bersekat. (*)
Wagub Sani Harap Lulusan Stiteknas Ubah Potensi Daerah Jadi Nilai Tambah
Masa Jabatan Komisioner KI Jambi Diperpanjang Sampai Terpilih Komisioner Baru
Ketua DPRD dan Wali Kota Jambi Ajukan Permohonan Cabut Blokir Zona Merah Pertamina
Komisi III DPRD Kota Jambi Bahas Polemik Sampah, Penutupan TPS dan Iuran Pengangkutan Disorot
DPRD Kota Jambi Respon Keluhan Masyarakat Doal Pengelolaan Sampah
RDP dan RDPU Bersama Komisi II DPR RI, Al Haris Terus Perjuangkan Nasib P3K
KPU Provinsi Jambi Gencar Sosialisasi, Kejar Target Partisipasi Pemilih Perempuan