IMCNews.ID, Jakarta - Perokok mempunyai resiko lebih tinggi terserang kanker paru. Hal itu disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam dr. Ardhi Rahman Ahani, Sp.PD.
"Merokok itu meningkatkan kejadian kanker paru hingga lima sampai delapan kali dibandingkan orang yang tidak merokok, dan itu sudah terbukti dalam penelitian," sebutnya, Senin (31/10/2022) sebagaimana dikutip dari antara.
Perokok aktif maupun pasif punya resiko yang sama besarnya terserang kanker paru. Pada perokok pasif yang menghisap asap rokok akan menjadi karsinogenik yang mengendap dalam paru-paru. Sedangkan pada perokok aktif jika menghabiskan satu bungkus rokok sehari, selama 20 tahun akan menjadi risiko kanker paru dalam tubuhnya.
"Berhenti merokok menjadi salah satu pencegahan utama kanker paru," imbuhnya.
Menurutnya, perokok yang sudah berhenti kurang dari 15 tahun tetap harus memeriksakan diri untuk melihat kondisinya.
Gejala kanker paru yang perlu diwaspadai adalah pada fase pertengahan atau lebih lanjut ada keluhan batuk lebih dari dua bulan disertai darah dan nyeri di dada ketika bernapas.
"Sifat nyerinya bisa tumpul bisa tajam dan disertai gejala lain misalnya penurunan berat badan, kemudian turun nafsu makan," katanya.
Ardhi mengatakan, jika merasakan gejala tersebut segera berobat agar kanker pada paru tidak menyebar ke organ tubuh lain. Pasien bisa melakukan foto rontgen dan CT Scan, setelah itu bisa dilakukan biopsi jika ditemukan keganasan sebagai kanker paru.
"Biopsi itu adalah standar untuk memastikan bahwa memang terjadi kanker paru karena kalau dari CT Scan dari gejala maupun dari foto rontgen masih bisa mirip dengan TBC dan kepastiannya memang pada akhirnya harus dipastikan dengan biopsi," ucapnya. (*)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari
Kemenkes Tingkatkan Kesadaran Cegah DBD Lewat Mobil Edukasi Keliling