IMCNews.ID, Jambi - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 996 titik panas (hotspot) terpantau di Jambi. Kepala BMKG Jambi, Ibnu Sulistyono mengatakan, ratusan jumlah titik panas tersebut terbanyak tersebar di Kabupaten Merangin, Tanjab Barat dan Sarolangun.
Dia juga mengingatkan pada bulan Agustus ini harus diwaspadai, karena menjadi puncak musim kemarau.
"Sampai sekarang ini masih harus diwaspadai timbulnya titik Hotspot. Karena bulan agustus ini menjadi puncak musim kemarau," katanya, Senin (8/8/2022).
Ibnu juga mengatakan titik panas terbanyak selama 2022 tersebar di Tanjab Barat, Merangin dan Sarolangun.
Ibnu juga menjelaskan pada bulan September mendatang ada potensi tinggi titik panas di Provinsi Jambi. Khususnya di Jambi bagian timur Provinsi Jambi. Seperti Tanjab Barat, Tanjab Timur, dan Muarojambi. Ini berdasarkan data Indeks kesesuaian titik Hotspot yang diolah BMKG.
"Ttitik Hotspot di Jambi masih dipengaruhi alam. Alam masih mendukung untuk tidak terjadinya hotspot dan seterusnya. Namun, kalau kondisi alam tidak mendukung, Hotspot akan lebih tinggi. Sehingga masyarakat harus mewaspadai atau harus belajar seperti alam ini. Dengan kondisi alam yang dingin seperti ini dapat mempengaruhi jumlah hotspot yang ada di Jambi," jelasnya.
Disinggung soal keterbukaan hutan di Jambi, banyak yang gundul akibat aktifitas illegal logging apakah mempengaruhi titik hotspot di Jambi? Ibnu menegaskan titik panas timbul karena ulah manusia.
"99 persen Hotspot itu timbul dari manusia dan 1 persen dari alam atau iklim," tegasnya. (*)
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Gubernur Tekankan Hut Ke-27 Sarolangun Harus Jadi Momen Evaluasi
Proyeksi Pendapatan dan Target Jaminan Kesehatan dalam Perubahan RPJMD Disorot