Ratusan Orang di Tebo Keracunan Diduga Usai Santap Sate

Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:04:57 WIB

IMCNews.ID, Tebo - Sebanyak 154 orang sudah dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap sate usai melaksanakan pawai obor Sabtu malam, sekitar pukul 21.00 WIB malam. 

Jumlah ini bertambah setelah ada 27 orang lagi yang dilaporkan keracunan, Selasa (2/8/2022) kemarin. Para korban berasal dari Desa Tanjung Simalidu, Kecamatan VII Koto, Kabupaten Tebo. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tebo, Riana Elizabeth mengatakan, pada Selasa kemarin korban bertambah 27 orang yang dirawat menjadi debanyak 154 pasien.

Menurut Riana, korban dirawat jalan di Puskesmas Teluk Lancang sebanyak 64 orang. Sedangkan yang dirawat inap 29 orang. Kemudian, di Klinik Ampalu, korban dirawat inap sebanyak 11 orang dan rawat jalan 42 orang.

"Dewasa 9 orang, rawat inap 29 orang, anak-anak rawat inap 20 orang, rawat jalan 42 orang," katanya. 

Riana melanjutkan, pada Selasa kemarin sudah ada pasien yang pulang dari klinik Ampalu sebanyak 8 orang. Sedangkan di Puskesmas Teluk Lancang direcankan 10 orang. Namun masih menunggu hasil observasi. 

Hingga kemarin, menurut Riana, beberapa pasien masih menunjukkan gejala lemas, demam, mual, muntah dan diare. Tindakan sudah dilakukan terhadap pasien dengan gejala berat. 

Sedangkan pasien dengan gejala ringan, telah diberi pengobatan sesuai dengan gejala dan keluhan yang dialami. 

"Saat ini situasi terkendali, obat cukup, nakes cukup," pungkasnya

Sementara itu, Kapolres Tebo, AKBP Fitria Mega mengatakan semua pihak sudah diperiksa dan dimintai keterangan. Namun, sampai kemarin pihaknya belum menerima hasil laboratorium yang dikirimkan ke Dinas Kesehatan ke Jambi.

"Untuk mengetahui apakah keracunan itu berasal dari makan sate atau bukan, itu berdasarkan hasil lab," kata Fitria.

Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan proses penyedilakan, apakah anak-anak tersebut hanya makan sate atau ada makanan yang lain. Dugaan sementara makan sate.

"Tukang sate, pihak sekolah dan yang membuat makanan sudah kita periksa. Kita dari kepolisian sedang menunggu hasil lab itu," ujarnya.

Dijelaskannya, informasi yang berhasil dikumpulkan anak-anak tersebut makan sate usai melaksakan pawai obor Sabtu malam, sekitar pukul 21.00 WIB malam. Sedangkan keracunan tersebut sekitar pukul 23.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB pagi baru ada gejala. Ada tenggang waktu yang cukup lama keracunan itu.

Fitria menyebut, pihak nya sedang melakukan penyelidikan apakah dari jarak waktu itu, korban ada makan atau minum, selain sate. 

"Karena proses kerancunan itu tidak langsung. Ada durasi yang cukup lama hingga anak tersebut keracunan," katanya. 

Menurut dia, saat makan sate, para korban juga minum air kemasan.

"Air kemasan dan muntahan dari anak tersebut sudah dibawah ke labor Jambi untuk diperiksa," pungkasnya. (*)

 



BERITA BERIKUTNYA