IMCNews.ID, Meulaboh - Petugas Kepolisan Resort (Polres) Aceh Barat menyita narkotika jenis sabu-sabu seberat 379 gram atau senilai Rp400 juta lebih, dari empat tersangka yang ditangkap dari sejumlah lokasi terpisah di daerah ini.
“Barang bukti narkotika yang kita amankan ada bentuk serbuk dan ada yang masih berbentuk batu kristal,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso didampingi Kasat Narkoba, Iptu Rangga Setyadi di Meulaboh, Kamis (09/6).
Kapolres Pandji Santoso menjelaskan tersangka pertama dibekuk berinisial ZR (25 tahun) warga Kecamatan Samatiga, Aceh Barat.
Dari tangan tersangka ZR polisi mendapati sabu-sabu dengan berat bersih 298 gram lebih.
Kemudian, tersangka kedua berinisial RZ (25 tahun) warga Kecamatan Samatiga dan tersangka berinisial AU (36 tahun) warga Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat dan dari tangan keduanya petugas juga mengamankan barang bukti sabu seberat 19 gram.
Kemudian polisi juga menangkap tersangka berinisial RK (44 tahun) warga Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh yang dibekuk di Desa Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.
Dari tangan RK, polisi juga menemukan narkotika berupa sabu seberat 62 gram lebih.
Kapolres Pandji Santoso mengatatakan atas perbuatannya, keempat tersangka disangkakan dengan Pasal 114 ayat 2 Juncto Pasal 112 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.
“Kami sudah berkomitmen, bukan hanya untuk membereskan narkoba saja, kami akan miskinkan para pengedar narkoba dengan undang-undang pencucian uang. Hasil dari narkoba ini akan kami telusur dan akan kami sita,” kata Kapolres Pandji Santoso. (IMC02/ant)
Bantah Seleksi KI Provinsi Jambi Tak Transparanan, Ariansyah: Pendaftaran Belum Dibuka
Benahi Estetika Daerah, Dorong Penataan Kabel Internet Bawah Tanah
HUT Damkar, Satpol PP dan Satlinmas Momentum Tingkatkan Pelayanan Pada Masyarakat
Dana Hibah Untuk Partai Politik di Jambi Capai Miliaran, Nih Rinciannya
Alung Kurir 58 Kg Sabu yang Sempat Kabur Dari Polda Dilimpahkan ke JPU Kejari Jambi
Bukan Krisis 1998, Tantangan Ekonomi Indonesia 2026 Lebih Kompleks