IMCNews.ID, Jayapura - Anggota TNI dan Polri membubarkan sebagian para pendemo penolakan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Kota Jayapura, tepatnya Jalan Biak, Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Papua, Selasa.
Puluhan demonstran itu kemudian dihadang oleh personel Brimob Polda Papua dengan menggunakan mobil water cannon.
Namun beberapa saat kemudian, para demonstran berhasil dibubarkan menggunakan gas air mata.
Sementara itu aktivitas masyarakat di Jalan Biak mulai dilakukan setelah pembubaran massa.
Sebelumnya aktivitas masyarakat di wilayah tersebut sempat terhenti, namun arus lalu lintas di Lingkaran Abepura mulai lancar.
Salah satu warga di Jalan Biak Maria menyebutkan, meski sebagian masyarakat menolak DOB, tetapi dirinya tetap mendukung program pemerintah tersebut.

"Saya NKRI harga mati, kami tetap mendukung DOB," katanya pula.
Sementara itu Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol Guruh Prawira Negara, di Jayapura, membenarkan banyaknya personel TNI-Polri yang dikerahkan itu untuk mengamankan titik kumpul pendemo yang mengagendakan tolak daerah otonomi baru (DOB) dan Otonomi Khusus (Otsus) Papua Jilid III.
Ribuan personel TNI-Polri itu disiagakan pada beberapa titik seperti Taman Imbi, Pertigaan Jaya Asri, Lingkaran Abe, Expo Waena serta di wilayah hukum Polsek Muara Tami.
Aparat keamanan berupaya membubarkan pendemo di beberapa titik sebelum mereka berkumpul lebih banyak.
"Masyarakat khususnya di Kota Jayapura diharapkan tidak terpancing dan terprovokasi dengan ajakan atau hasutan pendemo," kata Kompol Guruh.
Kapolsek Jayapura Selatan Kompol Hendrik Saru secara terpisah mengaku situasi kamtibmas di wilayahnya aman terkendali. (IMC02/ant)
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Gubernur Tekankan Hut Ke-27 Sarolangun Harus Jadi Momen Evaluasi
Proyeksi Pendapatan dan Target Jaminan Kesehatan dalam Perubahan RPJMD Disorot