IMCNews.ID, Yogyakarta - Presiden RI Joko Widodo tiba di Istana Kepresidenan Gedung Agung, Kota Yogyakarta, Sabtu siang, untuk menghabiskan masa akhir Bulan Ramadhan sekaligus berlebaran di Kota Gudeg.
Presiden Joko Widodo memasuki kompleks Gedung Agung sekitar pukul 13.00 WIB dengan menaiki mobil Toyota Alphard berwana hitam.
Sebelum memasuki gerbang Gedung Agung, orang nomor satu di Indonesia itu sempat mengarahkan pandangan sembari melambaikan tangan dari dalam mobil ke arah kerumunan warga yang menyambut kedatangannya.
Sementara aparat kepolisian dan sejumlah personel TNI tampak bersiaga menjaga keamanan di depan gerbang Gedung Agung yang berada di kawasan Jalan Malioboro itu.
Nur Hasanah (53), seorang wisatawan asal Cilegon mengaku antusias menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Ia rela menjeda sejenak agenda wisata menyusuri Jalan Malioboro untuk mengabadikan momen tersebut.
Menurut Nur, kesempatan itu merupakan kali pertama ia melihat Presiden secara langsung sekalipun hanya dari kejauhan.
"Senang bisa lihat Pak Jokowi. Sempat lihat tapi beliau dari jendela saja. Kepinginnya bisa salaman sama Pak Jokowi," ujar Nur.
Sebelumnya, seusai meninjau Sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara, Senin (25/4) Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya akan mudik dan melaksanakan Salat Idul Fitri di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Meski belum bisa memastikan berapa lama akan berada di Yogyakarta, Presiden menegaskan bahwa pihak Istana tidak akan menyelenggarakan kegiatan halalbihalal.
"Kalau saya mudik itu di Solo. Jawa Tengah. Akan tetapi, saya enggak ke Solo, saya ke Yogyakarta. Insyaallah, iya (Salat Idul Fitri)," ujar Jokowi. (IMC02/ant)
Kesiapan Program OPBM di Kota Jambi Tuai Kritikan, Transparansi Tarif Dipertanyakan
Program Magang Nasional 2026 Angkatan 2 Telan Uang Negara Hingga Rp4,2 Triliun
Soal Aktivitas Langsir BBM, Gubernur: Kalau yang Melanggar SPBU, Cabut Izinnya
Pengumuman Hasil Seleksi Jabatan di Pemprov Jambi Molor, Tunggu Verifikasi BKN
Gubernur Al Haris Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Apresiasi Pengabdian Polri
Divonis 10 Tahun Penjara dan Rp809 M Uang Pengganti, Nadiem Melawan: Saya Tidak Akan Berhenti