IMCNews.ID, Jambi - Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo turun langsung mengecek ketersediaan minyak goreng di pabrik PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) di kawasan Talang Duku, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (23/3). Dia memastikan stok minyak goreng di Jambi jelang Ramadhan tahun ini masih mencukupi. "Kita pastikan stok minyak goreng untuk di Jambi cukup," katanya.
Didampingi Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Christian Tory, Kapolda melihat langsung stok minyak goreng di pabrik PT KTN. Rachmad menyebutkan, setiap hari PT KTN memproduksi sekitar 8.000 dus minyak goreng. Dengan jumlah tersebut, Rachmad mengatakan stok di Jambi memasuki Ramadhan cukup. "Masyarakat tidak usah takut kekurangan apalagi sampai menyetok minyak goreng," katanya.
Lebih lanjut, Rachmad mengatakan pihak kepolisian terus mengawal pendistribusian minyak goreng ke daerah-daerah di Provinsi Jambi. Sehingga tidak ada penyimpangan atau penimbunan.
"Jika terjadi kekurangan stok minyak goreng di daerah-daerah segera laporkan ke layanan bantuan polisi via WA di nomor 0853 60 555 222, untuk kami ditindaklanjuti dan proses," pungkas Kapolda.
Sementara itu Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mendalami adanya dugaan kartel minyak goreng. Kapolri mengerahkan satgas pangan daerah melakukan penyelidikan dan pemantauan di wilayah masing-masing.
“Saat ini masih kami dalami adanya dugaan kartel. Untuk itu kami arahkan Satgasda untuk melakukan monitoring dan penyelidikan di wilayah masing-masing,” kata Kasatgas Pangan Polri Irjen Pol. Helmy Santika, Rabu (23/3).
Menurut Helmy, dalam penyelidikan itu nantinya, dibantu (back up) oleh Tim Satgas Pangan Mabes Polri, guna mengumpulkan bahan keterangan di lapangan. ‘’Kami juga turunkan tim satgas pangan pusat,” katanya.
Terkait fenomena tingginya harga minyak goreng setelah pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak kemasan, serta berlimpahnya stok minyak goreng kemasan di ritel, menurut Helmy, hal itu disebabkan oleh naiknya harga baku utama minyak goreng sawit (MGS). “Tingginya harga minyak goreng lebih disebabkan naiknya bahan baku utama MGS,” ujarnya.
Berdasarkan pemantauan Satgas Pangan Polri, fenomena yang terjadi saat harga sesuai HET, terjadi kelangkaan barang di gerai modern. Namun di pasar tradisional stok tersedia banyak dengan harga di atas HET. Selain itu, ditemukan penjualan lewat media sosial dengan harga sesuai HET.
Helmy menyebutkan, kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat itu, khususnya pada gerai ritel modern lebih disebabkan aksi borong atau punic buying karena disparitas harga yang cukup besar dengan pasar tradisional. Sementara di pasar tradisional rantai pasok cukup panjang dengan margin yang tidak diatur dan diserahkan pada mekanisme pasar.
Hal ini, lanjut Helmy, menyebabkan harga yang sampai ke konsumen akhir di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Helmy juga menekankan, Satgas Pangan Polri tengah mendalami fenomena banyaknya stok minyak goreng setelah kebijakan HET minyak kemasan dianulir pemerintah. “Banyaknya stok minyak goreng khususnya kemasan setelah pengembalian harga sesuai acuan keekonomian, sedang kami dalami,” ujarnya.
Mantan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri itu juga mengungkapkan hingga saat ini Satgas Pangan Polri belum menemukan adanya praktik mafia (persekongkolan besar, masif dan terstruktur melibatkan banyak pihak) minyak goreng di lapangan.
Namun demikian, Satgas Pangan Polri menemukan di lapangan cukup banyak pedagang dadakan, "reseller" dan pelaku usaha yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah. “Sampai saat ini tidak ditemukan praktik (mafia) seperti itu. Sementara ini temuan kami lebih personal pelaku usaha bukan mafia minyak goreng,” ujar Helmy. (*)
Berulang Kali Ingkar Janji, Oknum Kadus Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Emas
Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional
Sekda Provinsi Sudirman Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama Bank Jambi Dalam RUPS-LB
Polda Jambi Dalami Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota Dalam Kasus Rudapaksa
Kepala Cabang PT DHD Jadi Tersangka, Investasi Bodong Budidaya Ikan Lele