IMCNews.ID, Bandarlampung - Kecelakaan terjadi di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggibesar pada Sabtu (26/2) antara kendaraan mini bus Toyota kijang Innova warna hitam dengan nomor polisi AE 1220 JL dan truk tronton Hino warna hijau dengan nomor pol BE 8978 BK yang mengakibatkan dua orang tewas.
"Kecelakaan terjadi pada Sabtu sekira pukul 20.15 WIB di KM 32+40 Jalur B Desa Agom Kecamatan," kata Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Jonnifer Yolandra, dalam keterangan yang diterima di Bandarlampung, Minggu (27/2).
Dia menyebutkan bahwa dua korban tewas dalam insiden tersebut merupakan penumpang dari kendaraan Toyota Kijang Innova.
"Korban meninggal dunia atas nama Ragil (38), dan Risqi Junior (19) seorang mahasiswa yang beralamat di RT/RW 006/001 Desa Bumi Pratama Mandira Kec. Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan," katanya
Ia mengatakan, saksi di lokasi kejadian menyebutkan kecelakaan bermula saat kendaraan Inova yang meluncur dari arah Bandar Lampung menuju Bakauheni melaju di jalur cepat dan ingin mendahului truk dengan mengambil lajur lambat.
"Tapi saat ingin mendahului, pada saat bersamaan truk juga mengambil lajur sebelah kiri sehingga mobil Inova itu menabrak bagian belakang truk," ujarnya.
Ia mengatakan juga bahwa dalam kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan enam orang dimana lima orang merupakan penumpang mini bus Toyota Kijang Innova dan satu merupakan sopir dari truk.
"Jadi selain terdapat dua korban meninggal dunia, ada juga yang mengalami luka ringan tiga orang dan luka berat satu orang," kata dia. (IMC02/antr)
Diperkirakan Dihadiri Ribuan Massa, Pengurus PAN se Provinsi Jambi Dilantik Lusa Oleh Zulhas
Ketua DPRD Provinsi Jambi Soroti Aktivitas Ilegal Pemicu Banjir di Sarolangun
Pekerjakan Pembantu Sekarang Tak Bisa Sembarangan, Harus Lapor RT
Gubernur Minta Sudirman Benahi Layanan Bank Jambi dan Kejar Target Kemandirian
Edi Purwanto Dorong Perbaikan Jalan Padang Lamo dan Rantau Rasau Lewat APBN
BPK Ungkap 251 IUP Tambang Beroperasi Tanpa RKAB, Jambi Diduga Masuk Daftar Bermasalah