Harga Batu Bara Melesat Dalam Tiga Hari Beruntun Dampak Ketegangan di Perbatasan Ukraina

Sabtu, 05 Februari 2022 - 17:03:12 WIB

IMCNews.ID, Jakarta - Tingginya permintaan batu bara membuat harganya kian melesat. Melansir berita CNBC Indonesia, harga harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup di US$ 206.6/ton, kemarin.

Angka ini melonjak 5,41% dari hari sebelumnya dan menyentuh titik tertinggi sejak 28 Januari 2022. Lonjakan ini mencatatkan harga batu bara naik selama tiga hari beruntun hingga 7,32%.

Investor khawatir ketegangan di perbatasan Ukraina yang melibatkan Rusia akan membuat pasokan gas alam menjadi seret.

Rusia masih menyiagakan ratusan ribu pasukan di perbatasan Ukraina, yang membuat gerah Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Presiden AS Joseph 'Joe' Biden akhirnya menggerakkan memerintahkan hampir 3.000 pasukan Negeri Adidaya ke Eropa Timur dalam upaya menggertak Rusia.

Jika sampai meletus perang di Ukraina yang melibatkan Rusia, maka dampaknya akan sangat luar biasa. Eropa sangat bergantung kepada pasokan gas yang pipanya melewati Ukraina. Sekitar 35% kebutuhan gas Benua Biru datang dari Negeri Beruang Merah.

Saat terjadi kontrontasi bersenjata, tentu pasokan gas ini bakal terganggu. Agar pembangkit liatrik tetap bisa beroperasi, dibutuhkan sumber energi pengganti, dan itu adalah batu bara.

Ketika pasokan gas seret, maka batu bara akan menjadi pilihan sehingga permintaan naik dan harga ikut terungkit.

Pada Januari 2022, impor batu bara Uni Eropa tercatat 10,8 juta ton. Melonjak 55,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Pada Desember 2021, impo batu bara Uni Eropa melesat 35,1% yoy. (IMC01) 

Sumber: CNBC Indonesia


BERITA BERIKUTNYA