Tiap Banjir Tak Pernah Turun Langsung

Warga Depati Tujuh Kecewa dengan Kinerja Bupati Kerinci

Senin, 20 Desember 2021 - 00:42:10 WIB

Banjir akibat meluapnya sungai Batang Merao. (ist)
Banjir akibat meluapnya sungai Batang Merao. (ist)

IMCNews.ID, Kerinci - Warga Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci mengungkapkan kekecewaannya terhadap Bupati Kerinci, Adirozal. Bupati dinilai tak memperhatikan kondisi warganya. 

Pasalnya, setiap banjir melanda pemukiman di wilayah tersebut, Bupati tak pernah turun langsung melihat kondisi masyarakat. 

Teranyar, saat banjir merendam puluhan rumah pada Jumat (17/12/2021) lalu akibat meluapnya sungai Batang Merao, hingga Minggu (19/12/2021) kemarin banjir masih belum surut. 

"Kemarin memang cukup parah banjir dengan kami, air capai 1 meter lebih. Tapi sampai hari ini belum ada Bupati Kerinci turun melihat kondisi pasca banjir. Baru pagi ini (kemarin, red) ada kunjungan dari Dinas Sosial. Mereka hanya melihat-lihat saja," ungkap salah seorang warga Lubuk Suli, Minggu (19/12/2021) kemarin. 

Dia mengatakan, sebagai Kepala Daerah, Bupati harusnya hadir melihat penderitaan yang dirasakan warganya. 

"Walaupun (banjir) hanya dua hari, tapi cukup banyak kerugian masyarakat seperti perabotan elektronik banyak yang rusak, rumah pun berlumpur," keluhnya.

Sebelumnya saat banjir terjadi pada Jumat hingga Sabtu sebut warga, tidak terlihat adanya pihak dari pemerintah daerah seperti kepala daerah turun ke lokasi. Begitu juga dari pihak legislatif juga tidak terlihat datang. 

"Sejauh ini belum ada bantuan yang kami dapatkan dari Pemkab. Baru dari Polres Kerinci yang ada memberikan bantuan," ujarnya. 

Meri warga lain menyebut, wilayah desa mereka memang kerap terjadi banjir. Setiap hujan lebat turun banjir akan menerjang dan sangat memprihatinkan. 

"Dalam beberapa bulan terakhir sudah ada sekitar lima kali bajir terjadi," ungkapnya. 

Warga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah. Terutama solusi agar banjir karena meluapnya sungai ini tidak terjadi lagi. 

"Setiap banjir kami tidak tau kemana lagi mengadu Bupati dak mau turun melihat kondisi kami dibawah," sebutnya.

Kepala BPBD Kerinci, Darifus mengatakan, berdasarkan data mereka, ada 20 desa di Kecamatan Depati Tujuh yang terkena musibah banjir.

"Untuk upaya yang sudah kita lakukan membagikan sebanyak 500 lembar karung dan terpal untuk mengatasi air masuk ke rumah waefa," sebutnya. 

Diakuinya, bahwa karung yang dibagikan tersebut merupakan stok dari pengadaan tahun anggaran 2018 dan bantuan dari BPBD provinsi Jambi. 

"Kami bagikan juga hanya sebatas karungnya saja, tanpa diisi pasir terlebih dahulu sebagaimana untuk menahan arus air," katanya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA