IMCNews.ID - Dua orang pekerja yang tengah membangun drainase tewas tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan. Dua jam proses evakuasi, jasad kedua korban baru berhasil diangkat.
Kedua korban adalah Jodi (27) asal Kabupaten Pasaman dan Aril atau Heri (33) asal Palupuah Agam, Sumatera Barat.
Mereka tengah melakukan pekerjaan di Kelurahan Bukik Cangang Kayu Ramang, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
Nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan karena terimpit tembok bangunan yang runtuh saat para pekerja yang mayoritas berasal dari Kabupaten Agam itu tengah sibuk bekerja.
BACA JUGA : Siswi SMP Tewas Dianiaya Guru
"Ada empat orang pekerja yang sedang berada dalam lubang galian drainase itu, saat kejadian, dua orang berhasil keluar dari lubang dan dua korban ini tidak sempat hingga terjepit," kata Kepala Pelaksana BPBD Bukittinggi, Ibentaro Samudera.
Ia mengatakan runtuhnya tanah dan bangunan di atas galian proyek rehabilitasi drainase ini diperkirakan karena curah hujan sebelum musibah itu terjadi.
"Tingginya curah hujan beberapa hari terakhir juga mempengaruhi labilnya tanah, saat ini korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Bukittinggi," kata dia.
Lurah Bukik Cangang Kayu Ramang, Muhammas Reza menyebut pengerjaan proyek ini akan dikomunikasikan kembali antara Dinas terkait Pemkot Bukittinggi dan pihak pelaksana terkait keamanannya yang saat ini telah memakan korban.
"Akan kita koordinasikan ulang dengan pihak pemborong, kita tentu tidak ingin ada kejadian buruk lagi menimpa pekerja dan penduduk setempat yang melewati jalan itu," katanya.
Sementara itu, salah seorang warga setempat, Malin menyatakan kekecewaannya dengan kejadian yang terjadi di daerah yang berada di atas bibir jurang Ngarai Sianok itu.
"Sebelumnya, saya sempat meunggah informasi keraguan warga dengan adanya pengerjaan drainase ini, ada beberapa galian yang kami takutkan membuat tanah tergerus, akhirnya terbukti dan malah memakan korban nyawa, semoga segera ditindaklanjuti proyek ini," sebutnya.
Diketahui, reruntuhan tanah dan bangunan yang memakan korban jiwa ini terjadi sepanjang sekitar 15 meter di atas lubang drainase yang menjadi lokasi kejadian. (IMC01)
Bersama WWF, AJI Jambi Diseminasi Hasil Liputan dan Putar Film Restorasi Berbasis Masyarakat
Gubernur Al Haris Buka Pekan Kebudayaan Daerah "Jambi Elok Nian"
Wagub Sani Sambut Kepulangan 443 Jamaah Haji Kloter BTH-21 ke Provinsi Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang, Dua Terdakwa Keberatan dengan Dakwaan JPU
SAD di Batanghari Keluhkan Aktivitas Tambang, Makin Terdesak