IMCNews.ID, Jambi - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk angkutan batu bara terus bertambah. Kejadian-kejadian itu, menjadi perhatian serius.
Gelombang unjuk rasa oleh kalangan mahasiswa di Jambi menuntut penindakan dan ketegasan penanganan angkutan batu bara ini terus berlangsung.
Teranyar, ratusan mahasiswa mendatangi gedung DPRD Provinsi Jambi. Mereka meminta sikap pemerintah karena kecelakaan merenggut nyawa rekan sejawat mereka sesama mahasiswa.
Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto berharap aksi unjuk rasa mahasiswa terkait angkutan batu bara tak lagi terjadi.
BACA JUGA : Pos Penyekatan di Dua Lokasi Tindak Angkutan Batu Bara
Menurutnya, Gubernur Jambi, Kapolda dan seluruh jajaran forkopimda memiliki political will untuk menyelesaikan permasalahan yang telah banyak memakan korban tersebut.
"Jambi mengalami masa transisi cukup lama, diisi oleh Plt gubernur, jadi kebijakan strategis belum bisa diambil, tapi tadi kita sudah dengar komitmen pak gubernur dan pak kapolda. Kami komit menyelesaikan masalah ini,” kata Edi.
Dia berjanji bersama gubernur, Kapolda, beberapa Bupati dan pemangku kepentingan terkait akan melakukan Rapat Koordinasi membahas penyelesaian masalah angkutan batubara ini pada Senin mendatang (15/11).
“Termasuk pos-pos penyekatan yang sudah dilakukan oleh pak Kapolda kami yakin akan berjalan efektif, dan armada yang melebihi tonase betul-betul akan diberi sanksi tegas pengusaha batubaranya. Saya kenal pak Kapolda, saya yakin akan komitmennya,” terangnya.
Sebelum berorasi di hadapan mahasiswa, Edi mengajak mahasiswa untuk mengirimkan alfatihah kepada almarhum Abdul Hadi dan almarhumah Khairunnisyah yang merupakan korban kecelakaan lalu lintas truk batubara dan CPO. (IMC01)
Bersama WWF, AJI Jambi Diseminasi Hasil Liputan dan Putar Film Restorasi Berbasis Masyarakat
Gubernur Al Haris Buka Pekan Kebudayaan Daerah "Jambi Elok Nian"
Wagub Sani Sambut Kepulangan 443 Jamaah Haji Kloter BTH-21 ke Provinsi Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang, Dua Terdakwa Keberatan dengan Dakwaan JPU
SAD di Batanghari Keluhkan Aktivitas Tambang, Makin Terdesak