IMCNews.ID, Jambi - Puluhan mahasiswa melakukan aksi di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (8/11/2021). Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jambi itu menuntut Pemerintah Provinsi Jambi untuk membangun jalur khusus batu bara.
Aksi ini menyikapi banyaknya kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia yang disebabkan kendaraan batu bara dan juga angkutan barang lainnya.
Kecalakaan lalu lintas yang mengakibkan masyarakat terlindas truk tercatat hampir setiap bulanya terjadi. Mahasiswa dalam rilisnya menuding pemerintah tutup mata.
Oleh karenanya, HMI Cabang Jambi mendesak Pemerintah Provinsi Jambi untuk segera merealisasikan jalan khusus untuk truk besar angkutan barang, truk angkutan batu bara, truk minyak dan memperjelas regulasinya.
"Sambil Pengerjaan Jalan khusus tersebut belum selesai, kami meminta Gubernur Jambi mengeluarkan Pergub tentang jam operasional angkutan batubara di atas Jam 21.00 – 05.00 WIB, dan Kapolda Jambi membuat pos pegawasan untuk menertibkan operasional truk angkutan batu bara," sebut Yasir Hasbi, Ketum HMI Cabang Jambi dalam rilisnya.
"Jika dua Point tersebut tidak direalisasikan maka kami akan turun langsung untuk memblokade Jalan Mendalo-Simpang Rimbo penyetopan angkutan
batu bara agar tidak lagi banyak masyarakat kehilangan nyawa di jalan lintas tersebut," tambahnya. (IMC01)
Wagub Sani Sambut Kepulangan 443 Jamaah Haji Kloter BTH-21 ke Provinsi Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang, Dua Terdakwa Keberatan dengan Dakwaan JPU
SAD di Batanghari Keluhkan Aktivitas Tambang, Makin Terdesak
Peringati 10 Muharram, Pemprov Jambi Santuni Ribuan Anak Yatim dan Difabel
Pembatasan Pembelian Solar 30 Liter untuk Truk Berlaku Mulai Hari Ini, Begini Aturannya