IMCNews.ID, Jambi - Pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas tengah dilaksanakan bagi 16 sekolah yang berada di Tanjab Barat dan Bungo. Di Bungo ada 5 sekolah, sisanya 11 sekolah ada di Tanjab Barat.
Pembangunannya sendiri dilaksanakan oleh PT Karya Bersama Putra Mandiri (KBPM) dengan nilai awalnya Rp31 miliar yang bersumber dari APBN. Namun, ada kebijakan baru yang merefocusing anggaran pembangunannya menjadi Rp14 miliar.
"Semua pembangunan sudah berjalan 80 persen," ujar Direktur Utama PT KBPM, M. Maries Satria Lubis melalui Project Manager PT KBPM, Agus Setiawan ST.
Targetnya, pembangunan dan rehab ruang kelas di 16 sekolah itu akan selesai Maret 2022 mendatang.
"Ini adalah proyek multiyears, jadi kita siap dan bisa bekerja tepat waktu," katanya.
Agus mengklaim pembangunan dikerjakan sesuai spesifikasi. Pembangunan ini, kata dia, sementara masih menggunakan dana sendiri lantaran belum ada dana yang dicairkan berdasarkan termind dari proyek ini.
"Sampai sekarang belum ada anggaran yang cair," sebutnya.
Pembangunan ruang kelas ini mendapatkan respon baik masyarakat. Bahkan, kata Agus, ada beberapa usulan tambahan dari pihak sekolah seperti meminta perbaikan pagar sekolah dan lainnya.
Dikatakan Agus, ada banyak kendala dalam pembangunan sekolah ini khusunya di Tanjung Jabung Barat, karena mobilisasi material harus menggunakan pompong. Kemudian juga tak bisa setiap waktu karena harus menunggu saat air pasang baru bisa memobilisasi material bangunan.
"Meski demikian kami berkomitmen untuk terus membangun dan tepat waktu sesuai dengan spesifikasi material yang sudah ditentukan," katanya. (IMC01)
Ada Apa di TUKS-TUKS Talang Duku? 70 Persen Batu Bara Jambi ke PLN Diduga Lewat Sini
60, 3 Ribu Hektare Lahan Rusak Akibat PETI, Ivan Wirata: Alarm Darurat Bagi Jambi
Karhutla Kembali Terjadi di Kumpeh, Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
Karhutla di Sungai Gelam Kian Meluas, 170 Hektare Lahan Terbakar
FGD Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi, FKPT Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Karhutla di Jambi, Perhutanan Sosial dan Tata Kelola Hidrologi Gambut Berbasis KHG Harus Dievaluasi