IMCNews.ID, Jambi - Berdasarkan data prediksi Badan Meteoroligi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jambi, mengingatkan potensi bencana saat musim hujan yang telah tiba saat ini seperti tanah longsor hingga banjir bandang.
Kepala BMKG Stasiun Jambi Ibnu Sulistyono mengungkapkan, saat ini terpantau adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia Barat Sumatera yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi (pertemuan angin).
Selain itu juga memicu perlambatan kecepatan angin serta kondisi kelembaban atmosfer yang terpantau cukup basah (>70%) yang mengakibatkan potensi terbentuknya pumpunan awan hujan di wilayah Provinsi Jambi.
"Kondisi tersebut mengakibatkan potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di seluruh wilayah Provinsi Jambi," kata Ibnu, Minggu (31/10/2021) kemarin.
Dia memberikan peringatan potensi bencana akibat cuaca ekstrem ini yang bisa mengakibatkan tumbangnya pohon, papan baliho, kerusakan atap rumah, terjadinya genangan maupun banjir dan tanah longsor, serta berkurangnya jarak pandang.
"Masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak yang dapat ditimbulkan," imbuhnya.
Sementara itu, dari informasi BMKG, potensi dampak hujan lebat untuk banjir bandang dapat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jambi. Bahkan, Jambi dalam kategori siaga.
"Waspada potensi curah hujan lebat dan potensi banjir tingkat sedang-tinggi. Khususnya di Provinsi Jambi bagian barat, yaitu Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun," pungkasnya.
Seperti diketahui, Kota Sungai Penuh, Kerinci dan Merangin menjadi langganan banjir dan tanah longsor.
Jika intensitas hujan cukup tinggi, ruas jalan Merangin-Kerinci dan Kota Sungai Penuh biasanya sering terjadi longsor. Kemkudian, ketiga daerah ini juga sering dilanda banjir bandang.
Bahkan, cuaca ekstrem dalam beberapa hari belakangan juga sudah memakan korban. Seorang warga di desa Nyogan, Kecamatan Mestong, Muarojambi dilaporkan tewas disambar petir pada Sabtu (30/10/2021).
Korban disambar petir saat berteduh di bawah pohon ketika hujan lebat disertai petir. Informasinya, saat kejadian korban sedeang bekerja menggergaji kayu di kebun.
Ketika hujan, korban berteduh di bawah pohon rindang. Saat itulah tubuh korban disambar petir hingga tewas di lokasi kejadian. (IMC01)
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi