Kasus HIV/AIDS di Kota Jambi Meningkat

Kamis, 28 Oktober 2021 - 08:34:23 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Jambi, tahun ini meningkat dibandingkan pada tahun sebelumnya.

Sejak Januari hingga kini, tercatat ada 45 kasus HIV dan 14 kasus AIDS. Namun secara keseluruhan, sejak tahun 1999 lalu hingga 2021 ini, total ada 934 kasus HIV dan 666 kasus AIDS yang tercatat di Kota Jambi.

"Kita aktifkan kembali seluruh organisasi kepemudaan, yayasan, kesra, dinkes agar tidak terjadi lagi peningkatan, kalau bisa kasus menjadi nol," harap Wakil Wali Kota (Wawako) Jambi H Maulana memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penanggulangan HIV dan AIDS Kota Jambi tahun 2021, Rabu (27/10/2021) kemarin.

Maulana mengungkapkan bahwa meskipun di masa Pandemi ternyata HIV/AIDS tetap menjadi masalah serius di bidang kesehatan.

"Saya mendapat laporan dari Kadis Kesehatan bahwa di tahun 2021 kasus HIV harus mendapat perhatian, ada kenaikan," ungkapnya.

Dia mengatakan, resiko penularan HIV/AIDS ini harus mendapat perhatian lebih di samping pandemi covid-19 yang kini tengah melanda.

"Karena kelompok kepemudaan cukup banyak jumlahnya dan mempunyai resiko yang cukup tinggi jadi perlu kita jangkau untuk memberikan pemahaman kepada mereka mengenai bagaimana pencegahan HIV/AIDS," sebutnya.

Perilaku seks bebas juga menjadi salah satu sebab meningkatnya kasus HIV/AIDS. Ini juga didasarkan dengan kondisi ekonomi yang melemah, akibat pandemi Covid-19. Sehingga, beberapa di antaranya memilih jalur pintas.

"Ini juga menjadi salah satu pintu masuknya. Para Pekerja Seks Komersial (PSK) ataupun seks bebas, juga menyebabkan meningkatnya HIV/AIDS,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Maulana, masyarakat pada umumnya jangan berstigma diskriminatif kepada penderita ataupun mantan penderita HIV/AIDS.

"Ini jangan kita lakukan, mereka tetap harus mendapatkan pelayanan yang sama dengan semuanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima laporan kematian penderita HIV/AIDS akibat Covid-19.

"Sejauh ini belum ada laporan," katanya.

Dia menyebutkan, penularan HIV/AIDS paling banyak terjadi pada remaja. Bahkan pihaknya juga menemukan terjangkit pada anak.

"Anaknya baru lahir, ibunya yang positif, menularkan ke anak," katanya.

Dalam kesempatan itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) turut melaporkan bahwa transaksi narkoba turut meningkat, hal tersebut diakui Maulana menjadi salah satu "pintu masuk" penyebaran virus HIV/AIDS.

"Ada yang namanya narkoba suntik, dengan berganti-ganti suntik itu menjadi resiko penyebaran penularan HIV," tambahnya.

Dengan demikian, Maulana menyebutkan bahwa di awal penurunan COVID-19 ini akan mengaktifkan kembali dan melakukan Rakor dengan Dinas Kesehatan, Kesejahteraan Masyarakat, Organisasi Kepemudaan dan Yayasan dengan harapan kasus HIV/AIDS menurun. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Ida Yulianti menuturkan bahwa kebanyakan dari kasus yang terpapar HIV/AIDS berusia muda. (IMC02) 



BERITA BERIKUTNYA