Berhasil Ditangkap, Harimau yang Terkam Warga Renah Pembarap Langsung Direhabilitasi

Senin, 18 Oktober 2021 - 05:53:25 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Harimau Sumatera (phantera tigris Sumaterae) berjenis kelamin betina berusia 10-12 tahun yang berhasil ditangkap tim gabungan Kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi langsung direhabilitasi. 

Kepala BKSDA Jambi, Rahmat Minggu (17/10/2021) mengatakan, harimau yang ditangkap di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Jambi itu kini tengah direhabilitasi di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS) BKSD Mendalo, dengan tetap menjaga insting liarnya sehingga diharap dapat dikembalikan di habitatnya almiahnya nanti.

Pada Jum'at, 15 Oktober 2021 BKSDA Jambi melakukan pemasangan perangkap untuk mengevakuasi harimau Sumatra yang sempat memangsa tiga korban di tiga desa, Desa Guguk, Desa Air Batu dan Desa Marus Jaya, Kecamatan Renah Pembaharap, Kabupaten Merangin,

BACA JUGA : Harimau Terkam Pemuda Renah Pembarap Saat Cari Sinyal

Konflik antara harimau dengan manusia itu terjadi sejak 25 September 2021, dimana akibat konflik tersebut harimau memangsa tiga orang yang mengakibatkan dua orang meninggal dan satu orang luka luka.

Korban pertama pada 25 September 2021 atas nama Rasidi (30) meninggal dunia di Desa Guguk, kemudian pada 11 Oktober 2021 korban kedua Pami (62), yang mengalami luka luka terjadi di Desa Marus Jaya dan terkahir pada 13 Oktober 2021 korban atas nama Abu Bakar (21) meninggal di Desa Air Batu, semuanya di Kabupaten Merangin.

Pada 26-29 September dan berlanjut pada 9-12 Oktober 2021, tim BKSDA lakukan verifikasi di lapangan untuk mengambil langkah langkah penanganan yang diperlukan dan langsung dipimpin oleh kepala seksi konservasi wilayah 1 Bangko.

"Kemudian akhirnya harimau yang berhasil dievakuasi berjenis kelamin betina, berumur sekitar 10-12 tahun dengan panjang sekitar 180 cm, dengan kondisi badan kurus dan kaki depan sebelah kanan terdapat bekas luka jerat," kata Rahmat. 

Setelah tertangkap di dalam kandang perangkap yang dipasang BKSDA Jambi, harimau itu dievakuasi dan dilakukan tanpa melakukan pembiusan karena kondisi harimau lemah dan memprihatinkan yang kemudian langsung direhabilitasi. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA