Sumur Minyak Illegal Kembali Meledak

Kamis, 14 Oktober 2021 - 06:16:48 WIB

Kepulan asap akibat meledaknya sumur minyak ilegal. (ist)
Kepulan asap akibat meledaknya sumur minyak ilegal. (ist)

IMCNews.ID - Kejadian meledaknya sumur minyak illegal (illegal drilling) kembali terjadi. Setelah sebelumnya terjadi di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, kali ini ledakan sumur minyak terjadi di di Desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, Senin (11/10/2021) petang.

Kapolres Musi Banyuasin, AKBP Alamsyah Paluppesy mengatakan, sumur-sumur minyak ilegal ini meledak secara hebat hingga menimbulkan asap hitam pekat membumbung tinggi dan menghanguskan lahan semak kering sekitar lokasi.

"Kami masih bersiaga jangan sampai kebakaran meluas," ujarnya.

BACA JUGA : Sudah 20 Hari, Kobaran Api Sumur Minyak Ilegal di Bungku Masih Membara

Ledakan sumur minyak ilegal ini untuk yang kesekian kalinya terjadi di daerah tergolong sebagai salah satu penghasil minyak dan gas terbesar di Sumsel tersebut.

Kepolisian mencatat dalam kurun waktu September-Oktober ini sudah ada tiga ledakan sumur minyak ilegal yang terjadi khususnya di wilayah administratif Sanga Desa ini.

Ledakan pertama terjadi pada Kamis (9/9) yang menyebabkan ada tiga warga setempat meninggal dunia.

Berikutnya kejadian kedua terjadi pada Selasa (5/10).

"Untuk pelaku masih kami dalami lagi, tim masih di lapangan. Pasti akan kami kejar siapa pun itu," ujar dia pula.

Kepolisian belum mengetahui total kerugian negara dalam peristiwa ini. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” katanya.

Menurutnya, kondisi di lapangan saat ini sudah mulai kondusif dan api mulai berhasil dijinakkan. Pihaknya bersama dengan petugas pemadam kebakaran beserta satu peleton Satuan Polisi Pamong Praja, Kodim 0401/Musi Banyuasin, dan bersama warga setempat berhasil menjinakkan kobaran api yang menyala dari tiga liang sumur di lokasi kejadian.

Sedikitnya ada tiga unit mobil pemadam, dua unit ekskavator, tiga unit mobil tangki air, dan puluhan mesin penyedot air dikerahkan untuk memadamkan kobaran api yang menyala sejak Senin (11/10) petang.

“Sementara itu, untuk penyebab kebakaran ini masih dalam penyelidikan, tim masih fokus pada mitigasi,” ujarnya.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Keban 1, Muhammad Alen mengatakan, sumur yang terbakar semua sudah berhasil dijinakkan, bahkan satu di antaranya sudah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan, dibantu masyarakat sejak Selasa (12/10).

“Satu sumur apinya sudah mengecil dan satu sumur lagi yang sulit untuk dipadamkan karena ada semburan gas, mudah-mudahan bisa segera diatasi,” ujarnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA