IMCNews.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) yang membahas tentang ekosistem ketahanan pangan, bersama menteri terkait di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan rapat terbatas tersebut khusus membahas terkait dengan jagung, peternak ayam, dan lain sebagainya.
"Hari ini kita dikumpulkan Bapak Presiden untuk melakukan rapat terbatas tentang ekosistem ketahanan pangan kita. Lebih khusus berkaitan dengan jagung, peternak ayam dan lain sebagainya," ujar Mentan seusai ratas dengan Presiden Jokowi di Jakarta, Rabu.
Mentan menyampaikan pemerintah akan menangani ekosistem ketahanan pangan dalam tiga tahap.
Pertama terkait budi daya, yakni bagaimana meningkatkan produktivitas jagung sesuai kebutuhan nasional bahkan melampaui target.
Kedua yakni memetik sampai mengolahnya dalam proses-proses yang sesuai kebutuhan, dan ketiga mengenai market atau pemasaran.
"Tiga tahap itu yang betul-betul Bapak Presiden minta supaya semua menteri, lebih khusus saya sebagai Menteri Pertanian akan lebih main ke budi daya dan bisa meningkatkan produktivitas jagung kita," kata Mentan Syahrul.
Dia juga menyampaikan Presiden Jokowi memberikan perintah secara konkret kepada menteri terkait agar ada pengembangan jagung lebih luas lagi melampaui yang telah ada saat ini.
"Kalau terjadi masalah katakanlah terkait dengan telur dan ayam yang juga melimpah dan harganya turun, beberapa agenda-agenda disiapkan untuk menangani itu. Salah satu agenda permanennya yaitu dibuatkan industri telur yang ada dan seperti itu lah dalam perencanaan yang lain," jelas Mentan.
"Sedangkan di sisi lain bagaimana hasil-hasil ini bisa dijualbelikan dan juga masuk dalam program-program, katakanlah penggunaan dari bansos-bansos, yang memungkinkan untuk itu," ujar Mentan Syahrul Yasin Limpo. (IMC02/Ant)
Ada Apa di TUKS-TUKS Talang Duku? 70 Persen Batu Bara Jambi ke PLN Diduga Lewat Sini
60, 3 Ribu Hektare Lahan Rusak Akibat PETI, Ivan Wirata: Alarm Darurat Bagi Jambi
Karhutla Kembali Terjadi di Kumpeh, Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
Karhutla di Sungai Gelam Kian Meluas, 170 Hektare Lahan Terbakar
FGD Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi, FKPT Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Karhutla di Jambi, Perhutanan Sosial dan Tata Kelola Hidrologi Gambut Berbasis KHG Harus Dievaluasi