IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi Al Haris mengungkap ketersediaan vaksin di Provinsi Jambi yang terbatas. Sementara antusiasme masyarakat untuk divaksin cukup tinggi.
"Ketersediaan vaksin kita di Jambi terbatas, sementara semangat warga Jambi untuk divaksin cukup tinggi, tidak hanya di Kota Jambi, namun di daerah semangatnya juga tinggi," kata Al Haris menyampaikan laporan vaksinasi kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Jumat (3/9/2021).
Al Haris menjelaskan ketersediaan vaksin di Provinsi Jambi hanya 18 hari. Sehingga saat dilakukan vaksinasi, antrian masyarakat untuk mendapatkan vaksin selalu ramai.
Kecepatan penggunaan vaksin di Provinsi berada pada peringkat ke empat secara nasional di bawah DKI Jakarta, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.
Oleh karenanya, dia meminta Menteri Dalam Negeri untuk mendukung ketersediaan vaksin di Provinsi Jambi.
Sementara itu Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian memerintahkan Pemerintah Provinsi Jambi untuk menyurati Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan dukungan vaksinasi.
Namun, pengajuannya harus dilengkapi dengan skenario dan inovasi dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat.
"Sampaikan surat kepada Kementerian Kesehatan terkait permintaan dukungan vaksinasi, namun harus dilengkapi dengan skenario terobosan kreatif dalam pelaksanaannya," imbuhnya.
Dia berharap daerah di Provinsi Jambi dapat mempercepat vaksinasi mengingat jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia masih cukup tinggi. Perlu menetapkan kebijakan golongan mana yang menjadi prioritas untuk diberikan vaksinasi.
Tito pada Jum'at (3/9/2021) pagi memberikan pengarahan penanganan COVID-19 di Rumah Dinas Gubernur Jambi. Selain Gubernur Jambi turut hadir jajaran forum komunikasi pimpinan daerah serta bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi. (IMC01)
Berulang Kali Ingkar Janji, Oknum Kadus Dilaporkan Atas Dugaan Penggelapan Emas
Gubernur Al Haris Lepas Tim DBL Jambi, Siap Harumkan Nama Daerah di Ajang Nasional
Sekda Provinsi Sudirman Ditetapkan Sebagai Komisaris Utama Bank Jambi Dalam RUPS-LB
Polda Jambi Dalami Dugaan Keterlibatan Tiga Anggota Dalam Kasus Rudapaksa