IMCNews.ID, Jakarta - Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto mengatakan vaksinasi COVID-19 merupakan ikhtiar bersama dalam mengendalikan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.
"Bulan Agustus menjadi pengingat bagi kita semua untuk mewujudkan semangat kemerdekaan. Vaksinasi merupakan ikhtiar bersama dalam mengendalikan penyebaran COVID-19," kata Uus dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Saat ini realisasi vaksinasi warga di Jakarta sudah berhasil mencapai 8,9 juta orang, melebihi target yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo, yaitu 7,5 juta orang.
Uus menuturkan keberhasilan tersebut tidak lepas dari hasil kerja kolektif berbagai pihak.
Dia mengapresiasi mini sentra vaksinasi COVID-19 untuk mendukung pemerintah melalui kegiatan sentra vaksinasi umum, terutama membantu warga yang tidak memiliki NIK agar dapat divaksinasi.
"Saya yakin dengan adanya sinergi seperti ini dapat segera memulihkan kesehatan serta perekonomian masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, CEO of Danone Indonesia Connie Ang mengatakan akselerasi vaksinasi di Indonesia harus segera terpenuhi dengan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mini sentra vaksinasi COVID-19 yang digelar Danone Indonesia dengan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) dan Green Sedayu Mall yang diselenggarakan pada 10–15 Agustus 2021 dengan target 3.000 peserta vaksin.
Target sasaran utama vaksinasi itu adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ibu hamil, anak usia 12–17 tahun, serta masyarakat rentan seperti pemulung di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya. (IMC02/Ant)
Intervensi BI Tak Cukup, Kepercayaan Pasar Kunci Stabilitas Rupiah
Pastikan Stok Pertalite Tersedia, Pertamina Minta Masyarakat Bijak Gunakan BBM
PPDB Tingkat SMA dan SMK Telah Dibuka, Tersedia 52.495 Kuota, Ini Tahapannya
Gubernur Al Haris Tegaskan Dukungan Pemerintah Pada Kontigen Pesparawi Jambi
Jamaah Haji Asal Merangin Meninggal Dunia di Makkah Akibat Gagal Ginjal
Keluarga Diimbau Tak Jemput Jamaah di Asrama Haji, Ini Alasannya
Ketua MPR RI: Amendemen UUD 1945 Tidak Akan Menjadi 'Bola Liar'