IMCNews.ID, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh pihak memanfaatkan situasi pandemi COVID-19, saat hampir seluruh kegiatan beralih secara daring, untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah secara digital.
Hal itu disampaikan Wapres Ma’ruf di acara Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) XX Tahun 2021 yang diselenggarakan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Universitas Diponegoro Semarang secara virtual, Senin.
"Komitmen seluruh pihak untuk bersinergi ini hendaknya tidak terhalangi adanya situasi pandemi. Justru, situasi ini hendaknya mendorong percepatan pemanfaatan teknologi digital agar jangkauan edukasi dan sosialisasi menjadi lebih luas," kata Wapres di Jakarta, Senin.
Menurut Wapres, kemampuan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah menjadi faktor penting untuk mencapai keberhasilan pengembangan sektor syariah tersebut.
"Semakin tinggi literasi ekonomi dan keuangan syariah pada masyarakat, maka akan semakin tinggi pula penggunaan barang dan jasa yang halal dan sesuai syariah oleh masyarakat," jelasnya.
Tingginya literasi masyarakat dan penggunaan produk-produk syariah tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah secara berkelanjutan di Indonesia, katanya.
Merujuk pada laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lanjut Wapres, tingkat literasi keuangan syariah nasional masih tergolong rendah yakni hanya 8,93 persen. Sementara berdasarkan data Bank Indonesia (BI) pada 2020, Indeks Literasi Ekonomi dan Keuangan Sosial Syariah Nasional sebesar 16,2 persen.
"Kondisi ini mencerminkan bahwa masih diperlukan kerja keras agar pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah lebih meningkat," ujar Wapres.
Upaya peningkatan literasi masyarakat tersebut bisa dilakukan melalui jalur edukasi formal, secara akademik, vokasi dan profesi; maupun edukasi nonformal dalam bentuk sosialisasi. (IMC02/Ant)
Ekonomi Muaro Jambi Melambat: Ketika Proyek Besar Usai, Mesin Pertumbuhan Kehilangan Tenaga
Skor Indeks Demokrasi Jambi Turun, Kesetaraan dan Kebebasan Disorot
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Airlangga Klaim Lampaui Negara G20
Dua Bulan Kabut Asap, Kerugian Ekonomi Bisa Tembus Rp30 Triliun
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi
Minyak Naik Tipis, Lanjutkan Reli di Tengah Perkiraan Ketatnya Pasokan