Poltracking Ungkap Rapor Kinerja Prabowo-Gibran di 7 Bidang, Ekonomi Paling Terpuruk

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:53:58 WIB

Poltracking merilis hasil survei kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran
Poltracking merilis hasil survei kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran

IMCNews.id– Kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat penilaian beragam dari publik.

Survei Poltracking Indonesia menunjukkan bidang pendidikan memperoleh tingkat kepuasan tertinggi, sedangkan ekonomi menjadi sektor dengan penilaian paling rendah.

Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah di bidang pendidikan mencapai 66,3 persen. Sebaliknya, kepuasan terhadap bidang ekonomi hanya 36,8 persen, sementara 57,8 persen responden menyatakan tidak puas.

Temuan ini memperlihatkan kontras penilaian masyarakat terhadap tujuh bidang pemerintahan yang diukur Poltracking Indonesia. Di tengah apresiasi terhadap sejumlah sektor, ekonomi dan hukum menjadi dua bidang yang mencatat tingkat ketidakpuasan relatif tinggi.

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid memaparkan hasil survei tersebut melalui kanal YouTube Poltracking pada Senin (19/10/2026).

"Publik merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Bidang Pendidikan (66,3%), Pertahanan dan Keamanan serta Sosial Budaya (63,7%), Kesehatan (62,1%)," kata Hanta.

"Sementara Politik dan Stabilitas Nasional (53,6%), Hukum dan Pemberantasan Korupsi (43,1%), serta Bidang Ekonomi adalah yang paling rendah tingkat kepuasannya (36,8%)," sambungnya.

Pendidikan Unggul, Ekonomi Tertekan

Berdasarkan hasil survei, pendidikan menjadi bidang dengan tingkat kepuasan tertinggi, yakni 66,3 persen. Meski demikian, 27,6 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah di sektor tersebut.

Bidang pertahanan dan keamanan serta sosial budaya sama-sama mencatat tingkat kepuasan 63,7 persen. Pada bidang pertahanan dan keamanan, tingkat ketidakpuasan mencapai 25,5 persen. Sementara itu, pada bidang sosial budaya, angkanya sebesar 22,4 persen.

Di sektor kesehatan, kepuasan publik tercatat 62,1 persen, sedangkan 32,4 persen responden menyatakan tidak puas.

Penilaian publik mulai menunjukkan jarak yang lebih lebar pada bidang politik dan stabilitas nasional. Tingkat kepuasan di sektor ini mencapai 53,6 persen, sementara 32 persen responden menyatakan tidak puas.

Situasi lebih kritis terlihat pada bidang hukum dan pemberantasan korupsi. Kepuasan publik hanya mencapai 43,1 persen, sedangkan ketidakpuasan berada di angka 47,5 persen.

Adapun ekonomi menjadi sektor dengan rapor terendah dalam survei tersebut. Tingkat kepuasan hanya 36,8 persen, berbanding terbalik dengan 57,8 persen responden yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah.

Angka tersebut menempatkan ekonomi sebagai bidang dengan tingkat ketidakpuasan tertinggi di antara tujuh sektor yang diukur.

Ekonomi, Hukum, dan Politik Jadi Catatan

Hanta Yuda menilai hasil survei memberikan gambaran mengenai sejumlah sektor yang perlu menjadi perhatian dalam evaluasi kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut dia, ekonomi, hukum dan pemberantasan korupsi, serta politik dan stabilitas nasional merupakan tiga bidang yang menjadi catatan kritis dalam penilaian publik.

"Data ini memberikan gambaran bahwa pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memiliki catatan kritis kinerja pada tiga bidang yakni, ekonomi, hukum dan pemberantasan korupsi, serta politik dan stabilitas nasional," kata Hanta.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa penilaian publik terhadap pemerintah tidak bergerak seragam di seluruh sektor. Kepuasan relatif tinggi pada pendidikan, pertahanan dan keamanan, sosial budaya, serta kesehatan berjalan beriringan dengan kritik terhadap ekonomi dan penegakan hukum.

Meski demikian, hasil survei ini mengukur persepsi responden terhadap kinerja pemerintah pada periode pengumpulan data. Angka yang diperoleh tidak serta-merta menjelaskan seluruh faktor yang membentuk kepuasan maupun ketidakpuasan masyarakat.

Survei Libatkan 1.220 Responden

Survei nasional Poltracking Indonesia dilaksanakan pada 30 September hingga 7 Oktober 2026. Survei melibatkan 1.220 warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka. Survei tersebut memiliki margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Selain memetakan penilaian pada tujuh bidang pemerintahan, Poltracking sebelumnya juga merilis hasil pengukuran kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran secara keseluruhan.

Dalam hasil survei yang diberitakan pada 19 Oktober 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan tercatat sebesar 55,3 persen.(*)



BERITA BERIKUTNYA