Seorang Wanita di Sijenjang Tewas Dihabisi Anak Kandung yang Diduga ODGJ

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:51:41 WIB

Pelaku yang berhasil diamankan polisi.
Pelaku yang berhasil diamankan polisi.

IMCNews.ID, Jambi - Seorang wanita berinisial UK (52) tewas di tangan anaknya sendiri berinisial FR (21) yang diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Korban diduga dihabisi dengan cara dipukul dengan mesin pompa air. Peristiwa tragis tersebut terjadi di rumah korban di Jalan Raden Fatah RT 03, Kelurahan Sijinjang, Kecamatan Jambi Timur, Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.08 WIB.

Kapolsek Jambi Timur AKP R. Deddy Wardana Gaos mengatakan, kasus tersebut pertama kali diketahui warga setelah mendengar suara keributan dari dalam rumah korban.

“Setelah suara keributan berhenti, warga bersama saksi masuk ke dalam rumah dan menemukan korban sudah terbaring di dapur dengan luka di bagian kepala serta mengeluarkan darah,” ujarnya, Jumat (29/05/2026).

Di lokasi kejadian, warga menemukan satu unit mesin pompa air merek Shimizu yang terdapat bercak darah.

Mesin itu diduga digunakan pelaku untuk menganiaya korban hingga meninggal dunia.

Personel Polsek Jambi Timur langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan FR yang saat itu masih berada di rumah.

“Terduga pelaku langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jambi guna dilakukan visum,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga FR mengalami gangguan kejiwaan. Sebab, saat dimintai keterangan, jawaban pelaku berubah-ubah dan tidak nyambung.

“Untuk motifnya masih kami dalami karena keterangan pelaku berubah-ubah dan antara pertanyaan dengan jawaban tidak sinkron,” jelasnya.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jambi untuk menjalani observasi kejiwaan.

Sementara penyidik masih menunggu hasil observasi tersebut untuk melanjutkan proses hukum perkara ini.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin pompa air merek Shimizu yang terdapat bercak darah serta pakaian korban. (*)



BERITA BERIKUTNYA