IMCNews.ID - Pantai Timur Sumatera disebut menjadi pintu gerbang masuknya narkoba yang dikirimkan dari luar negeri untuk masuk ke Indonesia.
“Utamanya adalah meth (sabu), itu masuk rata-rata masih melalui Pantai Timur Sumatera,” kata Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan RI, R. Syarif Hidayat, Selasa (19/5/2026).
Selain Pantai Timur Sumatera, ia mengungkapkan bahwa narkoba juga banyak masuk dari wilayah perbatasan Indonesia dengan Sabah dan Sarawak, Malaysia.
Menurutnya penanganan wilayah perbatasan ini tidak mudah. Kondisi di lapangan hanya menggunakan patokan untuk menandai kedua negara.
Dia mengaku pengawasan dilakukan bersama dengan BNN Provinsi dan aparat penegak hukum setempat.
“Kami juga menjalin kerja sama dengan setiap Polres yang ada di perbatasan tersebut dan juga satuan-satuan Pamtas yang sangat membantu karena mereka mempunyai pasukan yang bisa menjaga di perbatasan dan setiap saat mereka melakukan pengecekan terhadap patok yang ada,” akunya.
Tidak hanya lewat laut dan darat, narkoba masuk ke Indonesia melalui jalur udara. Berdasarkan data yang dimiliki DJBC, sampai dengan bulan ini, terdapat 341 kasus peredaran narkoba melalui jalur udara.
Selain itu, sebanyak 159 kasus melalui ekspedisi atau kiriman barang, melalui jalur darat sekitar 79 kasus, serta melalui jalur laut ada sekitar 36 kasus.
Terkait sumber narkoba, ia mengatakan bahwa narkotika di luar ganja berasal dari luar negeri, sementara untuk ganja kebanyakan berasal dari Aceh.
“Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tetap komitmen meskipun dengan keterbatasan anggaran untuk tetap melaksanakan penegakan hukum di bidang narkotika ini dengan sekuat mungkin,” ucapnya. (*)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari
Lapas Jambi Musnahkan Puluhan Ponsel Hasil Razia Blok Hunian Warga Binaan