BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir

Kamis, 16 April 2026 - 15:56:40 WIB

Ilustrasi cuaca.
Ilustrasi cuaca.

IMCNews.ID, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kemarau tahun 2026 ini lebih kering dibanding sebelumnya.

Bahkan BMKG menyebut lebih kering dibanding dengan rata-rata kemarau yang terjadi selama 30 tahun terakhir.

Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Rajab menjelaskan selain lebih kering, kemarau tahun ini diprakirakan akan datang lebih awal dengan durasi yang lebih panjang.

"Bila dibandingkan dengan rata-ratanya selama 30 tahun, musim kemarau tahun ini relatif lebih kering. Namun perlu digarisbawahi, maksudnya adalah lebih kering dari rata-rata, bukan musim kemarau terparah sepanjang 30 tahun," kata Fachri, Selasa (14/4/2025) kemarin.

Dia menyampaikan hal itu dalam diskusi memperingati Hari Meteorologi Dunia ke-76 Stasiun Klimatologi Jawa Barat "Observing Today, Protecting Tomorrow" di Jakarta.

Fachri meluruskan informasi yang menyebutkan kemarau 2026 sebagai yang paling ekstrem.

Bahkan sejumlah pihak menamai dengan sebutan yang terkesan sangat mengerikan Kemarau Godzila atau El-Nino Godzila.

Menurutnya, BMKG tak menggunakan istilah tersebut. Dia menyatakan bahwa fenomena yang digambarkan itu tidak sepenuhnya benar dan cenderung berlebihan.

Jika dibandingkan tahun per tahun, katanya, kemarau tahun 1997 dan 2015 masih jauh lebih dahsyat.

Namun demikian, kondisi tahun ini diprediksi memang lebih kering dibandingkan tahun 2023.

Kondisi kemarau tahun ini dipengaruhi oleh aktifnya fenomena El Nino yang mulai muncul pada akhir April hingga awal Mei 2026.

Fenomena inilah yang berpengaruh pada berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Indonesia

"Perlu pula diketahui El Nino dan musim kemarau itu kedua barang yang berbeda gitu ya. Walaupun El Nino mempengaruhi intensitas dari musim kemarau, tapi musim kemarau bukan karena ada El Nino, bukan gitu," katanya.

Dia menjelaskan ada atau tidak ada El Nino, di Indonesia tetap ada musim kemarau sepanjang tahun mengingat negara ini beriklim tropis yang hanya ada musim hujan dan kemarau.

"Karena kemarau tahun ini berbarengan dengan aktifnya El Nino, sehingga curah hujannya relatif lebih sedikit. Saat ini intensitas El Nino masih dalam kategori lemah," ucapnya.

Adapun intensitas El Nino tersebut diperkirakan meningkat dari kategori lemah menjadi moderat pada triwulan III tahun 2026, tepatnya sekitar bulan Agustus, September, hingga Oktober.

Fachri menekankan informasi ini harus ditanggapi serius, namun tidak perlu berlebihan atau bahkan menjadi panik.

Kolaborasi lintas sektor dan masyarakat untuk melakukan mitigasi menjadi hal yang paling penting, sehingga ketersediaan air bersih dan keberlangsungan pertanian-perkebunan terjaga.

"Sekali lagi kami sampaikan bahwa memang tahun ini musim kemarau kita relatif lebih kering dibandingkan dengan rata-ratanya, kemudian ada fenomena El Nino. Tapi El Nino itu hanya ada El Nino lemah, moderat, kuat, dan sangat kuat, jadi tidak ada El Nino-El Nino lain, tidak ada El Nino Pokemon, tidak ada El Nino King Kong itu nggak ada ya," tegasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA