IMCNews.ID, Jambi - Kantor Wilayah Kementrian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Jambi memastikan seluruh proses penyelenggaraan haji 1447 hijriah/2026 masehi berjalan lancar.
Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab menerangkan bahwa pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) mencapai 109 persen.
Pelunasan itu melebihi target dari kuota jamaah tahun ini sebanyak 3.276 lantaran pelunasan juga dilakukan oleh calon jamaah haji (CJH) cadangan.
“Pelunasan sudah 109 persen. Sekarang sudah selesai proses MRTD atau scan paspor. Penyusunan kloter juga sudah rampung. Sekarang dalam tahap proses request visa yang akan ditutup 8 Februari,” jelasnya.
Setelah visa parah jamaah keluar nantinya, kemudian akan didowload dan diprint out lalu digabungkan dengan paspor.
“Ini sudah dalam tahap krusial. Kemudian di awal Februari pada tanggal 3 atau 4 kita akan mulai bimbingan manasik haji tapi dimulai di Muaro Jambi dulu. Di kota Insya Allah tanggal 5-6,” terangnya.
Dia menjelaskan, pemberangkatan CJH Jambi untuk kloter pertama akan tergabung dalam kloter BTH 13 yang akan diberangkatkan pada 5 Mei 2026.
“Kemudian kloter berikutnya tergabung dalam gelombang kedua yang akan berangkat tanggal 11 Mei, berurutan selanjutnya 13, 15, 16, 17, 18, 19 sampai terakhir 22 Mei,” ungkapnya.
Dia memastikan sejauh ini semua persiapan berjalan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun.
“Bahkan lebih cepat dari rencana. Contoh proses pengajuan request visa ditargetkan terakhir 31 Januari, pada tanggal 30 telah diselesaikan. Kemudian proses bimbingan manasik yang tahun lalu dilakukan pasca Lebaran sekarang insya Allah sebelum Ramadan, jadi lebih cepat. Tidak ada kendala Insya Allah,” tandasnya. (*)
Cetak Sejarah, ABPEDNAS Raih 100 Ribu Anggota di Hari Lahir Pancasila 2026
Ketum GP Ansor dan Gubernur Al Haris Resmikan BUMA, Siap Gerakkan Ekonomi Umat Jambi
Faried Apresiasi Kehadiran Menko hingga Wamen Dalam Paripurna Peringatan HUT Kota Jambi
Ketua DPRD Kota Pimpin Paripurna Istimewa Peringatan HUT Jambi
Narkoba Rp8,2 Miliar Gagal Beredar, Termasuk Ribuan Cartridge Pod