IMCNews.ID, Jambi - Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jambi meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk melakukan pelebaran jalan menuju pintu tol Pijoan tepatnya di kawasan Mendalo, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.
"Dari awal kita melihat dengan dibuka tol Pijoan akan menimbulkan titik kemacetan, terutama di simpang Mendalo," kata Kepala BPJN Jambi, Dedy Hariadi.
Kepadatan kendaraan di wilayah itu menjadi faktor kemacetan. Apalagi kawasan itu merupakan tempat dua kampus besar di Jambi.
Balai Jalan mengaku akan menyiapkan studi kelayakan (Feasibility study) terkait program pengembangan jalan dua jalur untuk memperlancar arus kendaraan.
Ia mengatakan, pengembangan jalan tersebut direncanakan sepanjang delapan kilo meter (km). Saat ini pihak BPJN tengah menyiapkan desain dan persiapan lahan.
Makanya dia meminta Pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi membantu proses pembebasan lahan.
"Feasibility study siap, kalau lahan tidak siap itu susah," jelasnya.
Sebelumnya, anggota DPR RI, Edi Purwanto telah mengemukakan usulan pelebaran jalan di kawasan Mendalo untuk mengatasi kemacetan di sekitar kawasan kampus.
Keinginan tersebut di dorong oleh masukan dari masyarakat dan mahasiswa, mengingat di sekitar kawasan tersebut berdiri dua kampus negeri dengan mobilitas arus lalu lintas yang cukup tinggi.
Di waktu tertentu, saat jam kuliah pagi hingga sore, kawasan yang terintegrasi dengan pintu tol tersebut kerap terjadi kemacetan panjang bahkan sering kali menimbulkan kecelakaan. (*)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari
Pengurus IKA UNH Dikukuhkan, Diharapkan Berkontribusi Bagi Pembangunan Daerah